Persita Kena Sanksi Berat Akibat Suporter

Author Image

Dewi Laksmi

21 Oktober 2026, 21:39 WIB

portalbatang.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola tanah air menyusul insiden kericuhan yang terjadi dalam lanjutan pekan kelima BRI Super League. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI secara resmi menjatuhkan sanksi tegas kepada klub Persita Tangerang menyusul gesekan yang melibatkan suporter saat laga melawan Persija Jakarta berlangsung.

Keputusan berat ini diambil setelah melalui proses sidang yang digelar di Super League Hall pada Rabu (21/10/2026). Dalam putusan tersebut, klub berjuluk Pendekar Cisadane itu tidak hanya dihantam sanksi finansial, tetapi juga mendapatkan larangan keras yang berdampak pada dukungan moral tim di laga mendatang.

Persita Kena Sanksi Berat Akibat Suporter
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Persita Tangerang dijatuhi denda sebesar Rp40 juta. Namun, yang jauh lebih merugikan bagi tim adalah keputusan Komdis yang melarang suporter Persita untuk hadir sebagai pendukung tandang (away) saat mereka bertandang ke markas Persija Jakarta pada pertemuan berikutnya. Sanksi ini menjadi pukulan telak bagi manajemen klub dalam menjaga loyalitas pendukungnya di laga krusial.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil melalui proses sidang yang sangat cepat, yakni hanya memakan waktu dua hari sejak laporan diterima. Hal ini menunjukkan bahwa PSSI tidak ingin menoleransi segala bentuk gangguan keamanan yang dapat merusak citra kompetisi sepak bola nasional.

Insiden tersebut bermula saat Persita menjamu Persija di Banten International Stadium, Serang, pada Sabtu (17/10/2026). Meski secara teknis pertandingan berakhir dengan kemenangan tipis 3-2 untuk kemenangan tuan rumah, namun kemenangan tersebut terasa hambar karena diwarnai keributan di tribun penonton.

Menurut keterangan Ferry Paulus, pertandingan sebenarnya berjalan dengan sangat kondusif pada paruh pertama. Namun, situasi berubah menjadi mencekam saat memasuki babak kedua. Keributan pecah di area tribun yang dipicu oleh persoalan sepele, yakni terkait pemasangan spanduk. Sayangnya, ketegangan tersebut tidak kunjung mereda dan justru berulang kali memicu gesekan antar massa.

Kondisi yang semakin tidak terkendali memaksa match commissioner yang bertugas untuk mengambil tindakan darurat dengan menghentikan pertandingan untuk sementara waktu. Langkah ini diambil demi memastikan keselamatan pemain, perangkat pertandingan, dan penonton yang hadir.

Dalam poin putusannya, Komdis menegaskan bahwa Persita Tangerang, selaku panitia pelaksana tuan rumah, dinyatakan bersalah karena gagal menjalankan tanggung jawab utama dalam menjaga ketertiban dan keamanan di stadion. Kegagalan dalam mitigasi risiko keamanan inilah yang menjadi dasar utama pengenaan denda dan larangan suporter tandang.

Sanksi ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh klub peserta BRI Super League lainnya. Setiap klub dituntut untuk lebih profesional dan ekstra ketat dalam mengelola aspek keamanan, agar kualitas pertandingan tidak lagi tercoreng oleh aksi anarkis yang merugikan semua pihak.

Related Post