Piala Asia 2027 Terancam Mundur ke 2028

Author Image

Dewi Laksmi

14 Oktober 2026, 14:06 WIB

portalbatang.id – Masa depan turnamen sepak bola terbesar di benua Asia, Piala Asia 2027, kini tengah berada di ujung tanduk. Rencana penyelenggaraan kompetisi bergengsi tersebut dikabarkan terancam mengalami penundaan hingga satu tahun, yakni ke tahun 2028. Ketidakpastian ini muncul menyusul eskalasi konflik keamanan yang terjadi di negara tuan rumah, Arab Saudi.

Situasi keamanan di Arab Saudi dilaporkan memburuk setelah serangkaian serangan udara yang sangat mematikan menyasar wilayah strategis. Akhir pekan lalu, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran serangan proyektil dan drone yang diduga dilakukan oleh kelompok pemberontak Houthi dari Yaman. Tragedi ini memakan korban jiwa yang sangat besar, di mana sedikitnya 13 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 300 orang lainnya mengalami luka-luka.

Piala Asia 2027 Terancam Mundur ke 2028
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Dampak dari serangan ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan federasi sepak bola dunia, termasuk Federasi Sepak Bola Australia (FA). Mengingat Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027, stabilitas keamanan di lokasi pertandingan menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Melansir laporan dari AAP News, pihak Football Australia menyatakan bahwa mereka sedang memantau perkembangan situasi di Arab Saudi dengan sangat ketat. Fokus utama mereka saat ini adalah menjamin keselamatan dan kesejahteraan para pemain, staf teknis, hingga para pendukung yang nantinya akan hadir di stadion.

"Tim keamanan kami yang berpengalaman sedang aktif memantau perkembangan situasi di lapangan dan memberikan pembaruan secara berkala. Penilaian risiko akan menjadi bagian integral dari perencanaan kami, terutama dalam persiapan menghadapi turnamen pada Januari 2027 mendatang," ungkap juru bicara FA dalam pernyataan resminya.

Kekhawatiran ini juga datang dari asosiasi pemain profesional. Beau Busch, Kepala Eksekutif Asosiasi Pemain Professional Footballers Australia (PFA), menegaskan bahwa keselamatan pemain adalah prioritas tertinggi. Melalui koordinasi dengan FIFPRO, serikat pemain sepak bola dunia, mereka terus menjalin komunikasi dengan para ahli eksternal untuk menilai apakah turnamen tersebut layak dilanjutkan sesuai jadwal atau tidak.

Meski situasi sedang genting, para pengamat memprediksi bahwa Asian Football Confederation (AFC) kemungkinan besar tidak akan mencabut status Arab Saudi sebagai tuan rumah. Hal ini dikarenakan persiapan infrastruktur yang sudah berjalan. Namun, skenario yang paling masuk akal untuk diambil adalah mengundur jadwal turnamen selama satu tahun menjadi Januari 2028 guna memastikan stabilitas keamanan di kawasan tersebut.

Jika penundaan ini benar-benar terjadi, hal tersebut tentu akan berdampak pada persiapan Timnas Indonesia yang sudah dijadwalkan untuk bertanding di ajang tersebut. Turnamen yang akan diikuti oleh 24 negara ini diharapkan menjadi panggung pembuktian kekuatan sepak bola Asia, namun faktor keamanan kini menjadi tantangan terbesar yang harus diselesaikan oleh AFC.

Related Post