portalbatang.id – Laskar Mataram kembali harus menelan pil pahit dalam upaya mereka merangkak naik dari papan bawah klasemen. Dalam lanjutan pekan ketujuh BRI Super League musim 2026/2027, PSIM Yogyakarta dipaksa bermain imbang tanpa gol oleh Isenmulang FC. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Sabtu (24/10/2026) sore WIB tersebut menyisakan rasa frustrasi bagi pendukung tim asal Yogyakarta ini.
Meski secara statistik menunjukkan dominasi yang nyata, efektivitas di depan gawang menjadi masalah klasik yang kembali menghantui PSIM. Sepanjang 90 menit laga berjalan, PSIM sebenarnya mampu memegang kendali permainan dengan penguasaan bola yang sangat tinggi. Namun, kegagalan dalam mengeksekusi peluang emas membuat papan skor tetap menunjukkan angka nol-nol hingga peluit panjang dibunyikan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381618/original/057022500_1792838682-SnapInsta.to_861562623_18499687219104986_6333918873502592327_n.jpg)
Pelatih sementara PSIM, Guntur Cahyo Utomo, memberikan evaluasi mendalam usai laga usai. Ia mengakui bahwa strategi yang diterapkan timnya sebenarnya berjalan sesuai rencana. PSIM mampu mendikte ritme permainan dan terus memberikan tekanan ke area pertahanan lawan.
Also Read
"Kami sadar betul bahwa dalam laga ini kami sangat mengontrol jalannya permainan. Kami mendominasi penguasaan bola dan terus berupaya mengirimkan umpan-umpan berbahaya ke dalam kotak penalti lawan," ungkap Guntur saat memberikan keterangan pers.
Guntur juga memuji ketangguhan lini pertahanan timnya yang tampil cukup solid sepanjang laga. Ia bahkan memberikan apresiasi khusus kepada penjaga gawangnya yang melakukan penyelamatan krusial. Namun, ia tidak bisa menampik bahwa masalah utama terletak pada penyelesaian akhir yang tumpul. "Semua rencana sudah dijalankan, pertahanan juga kokoh. Tapi gol yang kami tunggu-tunggu belum juga datang. Meski begitu, kami tetap bersyukur bisa membawa pulang satu poin," tambahnya.
Senada dengan sang pelatih, kiper PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, juga merasakan betapa alotnya pertandingan tersebut. Menurutnya, Isenmulang FC bermain dengan intensitas tinggi karena kedua tim sama-sama berjuang keras untuk menghindari zona degradasi.
"Pertandingan ini sangat ketat. Kedua tim memiliki motivasi yang sama besar untuk menang demi keluar dari zona merah. Kami sudah mengerahkan seluruh kemampuan, namun sayangnya kami belum mampu menaklukkan gawang lawan," ujar kiper yang juga merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia tersebut.
Data statistik memperkuat pernyataan Guntur. Berdasarkan catatan dari Flashscore, PSIM mencatatkan penguasaan bola mencapai 64 persen, sementara Isenmulang FC hanya mampu menguasai 36 persen sisanya. Dominasi ini tidak mampu mengubah hasil akhir, yang justru memperpanjang tren buruk PSIM.
Kini, Laskar Mataram tercatat belum mencicipi kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir mereka di kompetisi ini. Hasil imbang di Bali ini membuat posisi PSIM masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan raihan dua poin. Tantangan berat sudah menanti di depan mata, di mana PSIM dijadwalkan akan menjamu Borneo FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada pekan kedelapan mendatang.




