Rahasia Kebangkitan PSS Sleman

Author Image

Dewi Laksmi

24 Oktober 2026, 01:06 WIB

portalbatang.id – Perjalanan PSS Sleman di kompetisi BRI Super League musim 2026/2027 memang tidak semulus yang dibayangkan. Tim berjuluk Super Elang Jawa ini sempat mengalami masa kelam di awal musim dengan menelan tiga kekalahan beruntun yang membuat posisi mereka terpuruk di papan bawah klasemen. Namun, angin segar mulai berembus seiring dengan adanya perubahan performa yang cukup signifikan dalam beberapa laga terakhir.

Pelatih kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, akhirnya buka suara mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar. Ia mengungkapkan bahwa timnya baru saja melewati fase transisi yang sangat berat. Menurutnya, persiapan pramusim yang dijalani klub tidak berjalan ideal akibat adanya berbagai kendala teknis, terutama terkait urusan kontrak pemain yang sempat menghambat proses pembentukan skuat.

Rahasia Kebangkitan PSS Sleman
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Kondisi yang tidak ideal tersebut membuat performa tim sempat merosot tajam. Namun, titik balik mulai terlihat setelah tim mendapatkan waktu istirahat melalui jeda internasional atau FIFA Matchday. Bagi Huistra, periode jeda tersebut bukan sekadar waktu libur, melainkan menjadi "pramusim sesungguhnya" bagi anak asuhnya.

"Kami memiliki waktu tiga minggu untuk berlatih dengan intensitas yang sangat tinggi. Selama periode tersebut, setiap pemain seolah menekan tombol reset untuk memulai kembali mentalitas mereka," ujar Huistra menjelaskan strategi pemulihan tim.

Ia menambahkan bahwa jeda tersebut memberikan ruang bagi para pemain untuk lebih mendalami filosofi permainan yang ia usung. Hasilnya mulai terlihat saat PSS mampu melancarkan serangan mematikan dengan membungkam PSM Makassar 3-0, serta menunjukkan daya juang tinggi saat menahan imbang Persebaya Surabaya dengan skor 2-2. Meski sempat tersandung saat bertandang ke markas Persik Kediri, Huistra optimis bahwa timnya sedang bergerak ke arah yang benar.

"Secara perlahan, saya mulai melihat tim yang selama ini saya bayangkan. Kami memang masih harus berbenah, namun progresnya nyata. Kami juga sedang menunggu kembalinya beberapa pemain yang cedera agar skuat menjadi lebih solid," tambahnya.

Selain masalah teknis di lapangan, Huistra juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi tim promosi seperti PSS saat naik kasta ke kompetisi tertinggi. Ia menekankan bahwa perbedaan kualitas antara Liga 2 dan Super League sangat mencolok, terutama pada regulasi pemain asing. Di kasta tertinggi, jumlah pemain asing yang diperbolehkan jauh lebih banyak, sehingga menuntut manajemen klub untuk lebih jeli dalam melakukan pemantauan pemain atau scouting.

Saat ini, Laskar Sembada masih tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan raihan empat poin. Namun, dengan pola permainan yang mulai terbentuk, harapan untuk merangkak naik ke papan tengah masih terbuka lebar bagi tim kebanggaan masyarakat Sleman ini.

Related Post