portalbatang.id – Kemenangan tipis namun krusial berhasil diraih Persija Jakarta saat menjamu Persebaya Surabaya dalam lanjutan pekan kesembilan BRI Super League musim 2026/2027. Bertanding di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu malam, Macan Kemayoran sukses mengamankan tiga poin penuh lewat gol tunggal Ivan Mamut pada menit ke-89. Namun, di balik kegembiraan kemenangan tersebut, sang pelatih, Shin Tae-yong, mengungkapkan bahwa laga ini bukan sekadar adu fisik, melainkan adu kecerdikan taktik untuk mengatasi kendala lapangan.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut secara terbuka membeberkan strategi khusus yang ia rancang demi meredam kendala teknis di stadion. Menurut Shin Tae-yong, kondisi rumput di JIS yang dinilai tidak rata dan kurang ideal menjadi tantangan besar bagi aliran bola timnya. Ia menyadari bahwa jika para pemain memaksakan gaya permainan dengan terlalu banyak melakukan dribel atau menahan bola terlalu lama, risiko kehilangan penguasaan bola akan meningkat drastis.

"Mengenai kondisi lapangan yang kurang baik, instruksi taktis saya adalah meminta para pemain untuk mempercepat waktu pelepasan operan (pass timing)," ungkap Shin Tae-yong saat memberikan keterangan usai pertandingan.
Also Read
Ia menjelaskan bahwa permukaan lapangan yang tidak stabil dapat memicu kesalahan kontrol bola yang fatal. Jika pemain terlalu lama menggiring bola di atas rumput yang tidak rata, bola bisa memantul secara tidak terduga dan memicu serangan balik cepat dari lawan. Oleh karena itu, ia menuntut pemainnya untuk memiliki kesadaran ruang yang tinggi. Pemain diwajibkan melakukan pemindaian (scanning) area sebelum bola sampai ke kaki mereka, sehingga begitu menerima bola, mereka bisa langsung mengalirkan operan dengan cepat.
Selain strategi aliran bola yang cepat, Shin Tae-yong juga menerapkan skema high pressing yang sangat agresif. Ia tidak ingin anak asuhnya, termasuk sang kapten Rizky Ridho, hanya bermain bertahan dan menunggu di area pertahanan sendiri. Sebaliknya, ia memerintahkan seluruh lini untuk memberikan tekanan ketat sejak dari lini depan guna mengganggu ritme permainan Persebaya.
"Selain itu, saya menginstruksikan tim untuk tidak menunggu di belakang, melainkan melakukan tekanan tinggi (high pressing) dari lini depan," tambah pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Strategi ini terbukti efektif dalam meredam kreativitas serangan Persebaya dan memaksa lawan melakukan kesalahan di area berbahaya. Shin Tae-yong mengaku sangat puas karena seluruh pemain mampu menjalankan instruksi taktis tersebut dengan disiplin tinggi. Kemenangan dramatis ini menjadi modal penting bagi Persija Jakarta untuk terus bersaing di papan atas klasemen BRI Super League musim ini.




