Rahasia Strategi John Herdman Cetak Gol

Author Image

Dewi Laksmi

9 Oktober 2026, 14:40 WIB

portalbatang.id – Tim Nasional Indonesia menunjukkan taringnya dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026 dengan performa lini serang yang sangat produktif. Fenomena menarik muncul ketika skuad Garuda mampu mencetak gol melalui berbagai lini, bukan hanya mengandalkan satu sosok penyerang tunggal. Hal ini menjadi bukti keberhasilan strategi yang diterapkan oleh pelatih John Herdman dalam mengelola lini depan tim nasional.

Dalam catatan empat pertandingan terakhir, tercatat ada sembilan pemain berbeda yang berhasil menyumbangkan gol bagi Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa beban mencetak gol tidak lagi bertumpu pada satu pundak pemain yang mengenakan nomor punggung sembilan. Strategi kolektif inilah yang menjadi kunci mengapa serangan Indonesia terasa sangat dinamis dan sulit diprediksi oleh lawan.

Rahasia Strategi John Herdman Cetak Gol
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

John Herdman mengungkapkan bahwa ia sengaja menanamkan pola pikir kepada seluruh pemain bahwa setiap individu yang mengenakan seragam merah memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjadi penentu kemenangan. Menurutnya, ketergantungan pada satu striker murni justru bisa menjadi bumerang bagi tim.

"Kami memiliki mantra di dalam tim. Saya selalu menekankan bahwa setiap orang yang mengenakan jersey merah memiliki kesempatan untuk menjadi pahlawan dan memenangkan pertandingan," ujar Herdman dalam sebuah sesi wawancara eksklusif.

Pelatih asal Inggris tersebut mengakui bahwa Indonesia memang masih memiliki impian besar untuk menemukan sosok striker nomor sembilan yang murni dan tangguh. Namun, ia bersikap realistis bahwa proses mencetak pemain dengan profil tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan mungkin butuh satu atau dua dekade ke depan.

Karena keterbatasan stok penyerang tengah natural saat ini, Herdman memilih untuk memaksimalkan potensi pemain yang ada. Ia menyadari bahwa mayoritas pemain Indonesia memiliki kemampuan multifungsi yang bisa bermain di berbagai posisi, meskipun tidak banyak yang secara alami berposisi sebagai striker.

"Kami harus bekerja dengan apa yang kami miliki sekarang. Saat ini, kami memiliki sekelompok pemain yang sangat fleksibel di berbagai posisi, meskipun jumlah striker murni tidak terlalu banyak," jelasnya.

Oleh karena itu, Herdman berupaya keras untuk mengikis beban mental yang biasanya melekat pada jersey nomor sembilan. Ia ingin menciptakan sistem di mana tekanan untuk mencetak gol dibagi rata ke seluruh elemen tim. Salah satu cara yang ia terapkan adalah dengan mengoptimalkan situasi bola mati agar pemain dari lini belakang pun bisa berkontribusi.

Sebagai contoh nyata, ia menunjuk Rizky Ridho yang seringkali muncul di posisi berbahaya dan mampu mencetak gol, seperti yang terjadi dalam laga melawan Bangladesh. Herdman menegaskan bahwa pergerakan pemain bertahan yang masuk ke kotak penalti lawan bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari latihan taktis yang matang.

Meski saat ini pemain seperti Mitchell Baker dan Ole Romeny mampu memberikan kontribusi besar di lini depan, Herdman tetap memiliki ambisi jangka panjang. Ia tetap bermimpi untuk melahirkan seorang penyerang tengah murni asli Indonesia yang bisa menjadi tumpuan utama di masa depan. Namun untuk saat ini, kolektivitas adalah senjata utama Garuda untuk merajai Asia Tenggara.

Related Post