Sanksi Berat Menanti Klub Nakal

Author Image

Dewi Laksmi

14 Oktober 2026, 04:39 WIB

portalbatang.id – Dunia sepak bola tanah air kembali diguncang oleh aksi anarkis oknum suporter yang mencederai semangat sportivitas. Menanggapi rentetan insiden kekerasan yang terjadi dalam waktu berdekatan, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengeluarkan pernyataan keras. Ia menegaskan bahwa pihak klub tidak bisa lagi lepas tangan jika keselamatan suporter terancam saat mengikuti kompetisi.

Ketegangan memuncak setelah dua insiden besar terjadi pada akhir pekan lalu. Kejadian pertama yang cukup mencekam terjadi di Rest Area KM 360, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Minggu malam (11/10/2026). Rombongan bus yang membawa tim Persib Bandung U-18 menjadi sasaran serangan oknum suporter Persija Jakarta. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada armada bus, penjarahan barang-barang milik pemain dan ofisial, hingga adanya tindakan kekerasan fisik terhadap personel yang sempat terpisah dari rombongan.

Sanksi Berat Menanti Klub Nakal
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Tak berselang lama, insiden serupa kembali pecah di ruas Tol Palikanci KM 199-200, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Senin dini hari (12/10/2026). Bus yang membawa kelompok suporter The Jakmania yang tengah dalam perjalanan pulang usai mendukung timnya di Bantul, menjadi sasaran lemparan benda keras. Insiden ini mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka, termasuk di antaranya adalah suporter perempuan.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kemenpora pada Selasa (13/10/2026), Erick Thohir menyatakan kekecewaannya yang mendalam. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut bukan lagi sekadar bentuk dukungan sepak bola, melainkan sudah masuk ke ranah kriminalitas. Menurutnya, aksi penyerangan, perusakan fasilitas, hingga penjarahan adalah tindakan melanggar hukum yang tidak bisa ditoleransi dengan alasan apa pun.

Erick mengingatkan bahwa PSSI memiliki komitmen kuat terhadap FIFA untuk menjamin keamanan setiap penonton. Ia menjelaskan bahwa kebijakan pembukaan kembali akses bagi suporter tandang (away days) adalah sebuah kepercayaan yang diberikan kepada klub dan liga. Namun, kepercayaan tersebut kini berada di ujung tanduk jika klub tidak mampu menjamin keamanan para pendukungnya.

"Jika ada oknum yang menyerang bus, mengambil barang, hingga melakukan kekerasan fisik, itu sudah mengarah pada tindakan kriminal. Begitu juga jika ada aksi balasan, itu harus menjadi perhatian serius," tegas Erick Thohir.

PSSI kini memberikan tenggat waktu selama satu minggu kepada pihak liga dan klub untuk merumuskan langkah konkret guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Erick memberikan peringatan keras bahwa jika tidak ada kesepakatan atau langkah nyata yang diambil, PSSI tidak akan ragu untuk mengambil tindakan ekstrem.

Salah satu ancaman yang paling ditakuti oleh manajemen klub adalah sanksi pengurangan poin. Selain itu, PSSI juga membuka peluang untuk kembali menerapkan larangan bagi suporter tandang dalam pertandingan-pertandingan mendatang. Langkah tegas ini diambil demi menjaga marwah sepak bola Indonesia agar tetap aman, tertib, dan jauh dari tindakan kriminal yang merugikan semua pihak.

Related Post