portalbatang.id – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi saksi bisu sebuah sejarah besar yang tercipta dalam dunia sepak bola Asia Tenggara. Tim Nasional Indonesia berhasil mengukuhkan diri sebagai raja baru setelah menjuarai edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Kemenangan dramatis ini diraih setelah skuad Garuda harus melewati laga final yang menguras emosi melawan rival abadi, Thailand.
Pertandingan yang berlangsung pada Senin (5/10/2026) malam WIB tersebut berjalan dengan tensi tinggi. Setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu, penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui drama adu penalti. Indonesia keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2 dalam babak tos-tosan tersebut, yang sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 35 tahun bagi sepak bola Indonesia untuk meraih gelar juara di level senior.

Jalannya pertandingan berlangsung sangat sengit. Indonesia sempat memimpin melalui gol Dean James pada menit ke-85. Namun, Thailand tidak tinggal diam dan membalas lewat gol Iklas Sanron hanya satu menit berselang. Ketegangan memuncak saat Peeradol Chamrasamee membawa Thailand unggul di babak perpanjangan waktu. Beruntung, Elkan Baggott menjadi pahlawan dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-114, memaksa laga berlanjut ke adu penalti.
Also Read
Dalam momen krusial adu penalti, empat eksekutor Indonesia yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama tampil sangat tenang dan sukses menjalankan tugasnya. Sementara itu, kiper Emil Audero tampil sebagai pahlawan dengan melakukan penyelamatan gemilang terhadap tendangan Nattapong Sayriya, memastikan trofi tetap berada di tanah air.
Meski tidak berada di lapangan, kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, pemain yang tengah menjalani pemulihan cedera di Belanda ini memberikan apresiasi setinggi langit kepada rekan-rekan setimnya. Idzes mengaku menyaksikan perjuangan timnya secara langsung melalui layanan live streaming.
"Terima kasih kepada seluruh pemain dan staf yang telah memberikan kenangan serta kebahagiaan yang akan membekas seumur hidup bagi kita semua," tulis Idzes dengan penuh haru. Ia juga memuji mentalitas baja yang ditunjukkan oleh anak asuh John Herdman yang tetap teguh meski menghadapi tekanan besar dari tim kuat seperti Thailand.
"Kalian pantang menyerah. Di tengah segala hambatan dan masa-masa sulit, kalian menunjukkan bahwa kita mampu meraih apa pun saat berjuang bersama. Inilah semangat dan makna sejati dari Indonesia," lanjut bek Sassuolo tersebut.
Jay Idzes sendiri terpaksa absen dalam turnamen bersejarah ini karena cedera yang dialaminya saat membela klubnya di Serie A. Saat ini, ia tengah fokus menjalani rehabilitasi intensif di Fysiomed Amsterdam, sebuah pusat medis olahraga ternama di Belanda, guna memastikan dirinya bisa segera kembali memperkuat Garuda di masa depan. Kemenangan ini bukan sekadar trofi, melainkan simbol kebangkitan baru sepak bola Indonesia di kancah internasional.




