Sengitnya Duel Final Sepak Bola Putri MLSC

Author Image

Dewi Laksmi

25 Oktober 2026, 23:06 WIB

portalbatang.id – Adu taktik dan ketangguhan mental menjadi pemandangan utama dalam laga final MLSC Jakarta Jaya Seri 1 musim 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung pada Minggu (25/10/2026) ini menjadi bukti nyata bahwa talenta pesepakbola putri di tingkat usia dini memiliki kualitas yang sangat menjanjikan. Pertarungan sengit terjadi di sektor kategori usia 12 tahun (KU12) yang mempertemukan SDN Pondok Kacang Timur 04 melawan SDN Penjaringan 06.

Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim langsung menunjukkan intensitas permainan yang tinggi. SDN Penjaringan 06 sebenarnya sempat mengambil kendali permainan lebih awal. Melalui skema serangan yang rapi, Aprilia Nur Mirzani berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Jillan Adzra Syawaluna. Keunggulan ini sempat membuat SDN Penjaringan 06 berada di atas angin.

Sengitnya Duel Final Sepak Bola Putri MLSC
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Namun, SDN Pondok Kacang Timur 04 tidak tinggal diam. Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin memanas. Pada menit ke-18, Bilqis Ainia Karimah berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan jarak jauh yang spektakuler sesaat setelah kick-off. Meski SDN Penjaringan 06 sempat kembali memimpin lewat aksi Jillan Adzra Syawaluna, mentalitas juara tim Pondok Kacang justru semakin membara.

Hanya berselang satu menit dari gol lawan, Bilqis Ainia Karimah kembali beraksi. Dengan keberanian luar biasa, ia melepaskan tembakan keras dari tengah lapangan yang gagal diantisipasi lawan, mengubah skor menjadi imbang 2-2. Momentum ini menjadi titik balik bagi SDN Pondok Kacang Timur 04 untuk mengunci kemenangan. Silviani Safira muncul sebagai pahlawan dengan mencetak dua gol beruntun pada menit ke-23 dan 27, memastikan kemenangan akhir dengan skor 4-2.

Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin pelatih SDN Pondok Kacang Timur 04, Ichsan Purwa Nanda Suhardi. Ia mengungkapkan bahwa kemenangan ini merupakan buah dari evaluasi mendalam setelah kegagalan mereka hanya mencapai babak semifinal pada turnamen sebelumnya di Cijantung. Ichsan secara khusus menerapkan strategi unik yang terinspirasi dari legenda striker Italia, Filippo Inzaghi.

"Saya menginstruksikan Silviani Safira untuk terus mengganggu pemain bertahan dan kiper lawan di area penalti. Strateginya adalah bukan dia yang mengejar bola, melainkan membiarkan bola yang datang kepadanya," jelas Ichsan. Ia memanfaatkan postur tubuh Safira yang mungil untuk mengecoh lawan dan menciptakan ruang di depan gawang.

Di sisi lain, Silviani Safira mengaku sempat mengalami kesulitan fisik di lapangan. Ia mengaku sering didorong oleh pemain bertahan lawan yang memiliki postur lebih besar. Namun, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus berjuang. Dengan semangat tinggi, Safira kini memiliki mimpi besar untuk mengikuti jejak idolanya, Cristiano Ronaldo, di masa depan. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi talenta muda ini untuk terus mengasah kemampuannya di dunia sepak bola profesional.

Related Post