Sindir Rumput JIS Usai Persija Menang

Author Image

Dewi Laksmi

8 November 2026, 04:39 WIB

portalbatang.id – Kemenangan dramatis yang diraih Persija Jakarta atas Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027 menyisakan cerita kontroversial. Meski berhasil mengamankan tiga poin penuh, kapten Macan Kemayoran, Rizky Ridho, justru melontarkan kritik tajam yang dibalut sindiran pedas terhadap kondisi rumput di Jakarta International Stadium (JIS).

Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (7/11/2026) malam tersebut berlangsung sangat alot. Persija harus berjuang ekstra keras untuk membongkar pertahanan rapat tim tamu. Kebuntuan baru berakhir pada menit ke-89 melalui gol penentu dari Ivan Mamut. Gol tersebut tidak hanya membawa Persija menang 1-0, tetapi juga mengantarkan tim ibu kota kembali menduduki puncak klasemen sementara.

Sindir Rumput JIS Usai Persija Menang
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Namun, sorotan utama pascapertandingan bukan terletak pada gol kemenangan tersebut, melainkan pada kualitas lapangan yang digunakan. Rizky Ridho secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi rumput JIS yang dinilai sangat tidak layak untuk standar kompetisi profesional.

"Yang bisa saya jelaskan, hari ini kami sangat beruntung bisa menang di lapangan yang ‘sangat-sangat bagus’ ini. Saya benar-benar tidak tahu bagian mana yang sebenarnya sedang direnovasi," ujar Ridho dengan nada sarkasme saat memberikan keterangan kepada media setelah laga usai.

Bek tangguh berusia 24 tahun tersebut menjelaskan bahwa kondisi lapangan yang tidak rata sangat menguras tenaga dan mental para pemain. Menurutnya, permukaan lapangan yang bergelombang dan tidak konsisten membuat aliran bola menjadi tidak terprediksi, sehingga menyulitkan strategi permainan yang telah disiapkan pelatih.

"Secara mental saya sangat lelah, bukan hanya karena bertanding, tapi karena kondisi lapangannya. Sumpah, ini sangat sulit. Saya harus bersumpah karena memang seburuk itu," lanjut pemain Timnas Indonesia tersebut dengan nada frustrasi.

Ridho menambahkan bahwa ketidakrataan permukaan lapangan sangat mengganggu ritme permainan kedua tim. Ia merasa tidak adil jika pemain dituntut untuk tampil dengan kualitas sepak bola yang indah di atas permukaan yang rusak.

"Kami tidak tahu harus bagaimana lagi. Permukaan lapangan tidak rata, ada bagian yang tinggi dan rendah di sana-sini. Padahal kami dituntut untuk bermain bagus. Jika bukan karena keberuntungan Ivan Mamut mencetak gol di menit akhir, kami pasti sudah dihujat karena bermain buruk. Padahal, kondisi lapangan ini membuat kami maupun lawan sama-sama kesulitan," tegasnya.

Meski merasa geram dengan fasilitas stadion, Ridho tetap memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan setimnya. Ia bangga karena para pemain tetap mampu menjaga fokus dan mentalitas juara meskipun harus bertanding di kondisi yang tidak ideal di kandang sendiri.

"Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman yang sudah berjuang maksimal dan menolak untuk kalah di rumah sendiri. Kami bersyukur atas kemenangan ini, meskipun harus melalui perjuangan yang sangat berat di atas rumput yang katanya ‘bagus’ ini," pungkasnya.

Related Post