Strategi PSIM Taklukkan League Cup 2026

Author Image

Dewi Laksmi

10 Oktober 2026, 23:39 WIB

portalbatang.id – Kabar baik datang dari kubu Laskar Mataram. PSIM Yogyakarta tampaknya akan mendapatkan kemudahan tersendiri dalam mengarungi kompetisi League Cup musim 2026/2027. Berdasarkan hasil undian yang dilakukan oleh I.League pada Rabu (7/10/2026) lalu, PSIM resmi tergabung dalam Grup E dan harus bersaing ketat dengan Persikad Depok serta Persiku Kudus.

Namun, di balik ketatnya persaingan grup tersebut, ada satu faktor krusial yang menjadi angin segar bagi tim kebanggaan masyarakat Yogyakarta ini. PSIM tidak perlu menempuh perjalanan darat maupun udara yang melelahkan saat melakoni laga tandang. Hal ini dikarenakan jadwal laga tandang mereka melawan Persiku Kudus akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, mengingat tim Macan Muria musim ini menggunakan stadion tersebut sebagai markas mereka.

Strategi PSIM Taklukkan League Cup 2026
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, tidak menampik bahwa situasi ini merupakan sebuah privilese. Mengingat jadwal League Cup berjalan beriringan dengan kompetisi BRI Super League 2026/2027, manajemen waktu dan kondisi fisik pemain menjadi kunci utama. Van Gastel menilai, minimnya mobilitas perjalanan akan sangat membantu tim dalam menjaga stabilitas performa.

"Saya rasa ini memang sebuah keuntungan karena kami tidak perlu melakukan perjalanan jauh. Namun, pada akhirnya, semua kembali ke kualitas pertandingan di lapangan," ungkap Van Gastel saat memberikan keterangan pada Sabtu (10/10/2026). Ia menambahkan bahwa dalam jadwal kompetisi yang sangat padat, efisiensi waktu akibat tidak adanya perjalanan jauh akan sangat membantu tim dalam menjaga kebugaran.

Senada dengan sang pelatih, kiper andalan PSIM, Cahya Supriadi, juga merasakan dampak positif dari kedekatan lokasi pertandingan. Pemain berusia 23 tahun tersebut menilai bahwa tim bisa lebih fokus pada sesi latihan dan pemulihan fisik tanpa harus terganggu oleh kelelahan akibat perjalanan antar kota.

"Bisa dibilang kami punya keuntungan karena semua pertandingan berada di area Yogyakarta saja. Kami tidak perlu pusing memikirkan perjalanan jauh atau kebutuhan istirahat ekstra setelah menempuh jarak jauh. Ini kesempatan bagi kami untuk memaksimalkan hasil di League Cup," ujar Cahya optimis.

Selain faktor logistik, League Cup 2026/2027 juga menawarkan peluang emas bagi para pemain lokal. Turnamen baru yang mempertemukan klub kasta tertinggi dan kedua Liga Indonesia ini memiliki regulasi pemain asing yang berbeda dengan BRI Super League. Dalam ajang ini, setiap klub hanya diperbolehkan mendaftarkan maksimal tiga pemain asing.

Perbedaan regulasi ini menjadi pintu masuk bagi pemain-pemain lokal PSIM untuk mendapatkan menit bermain yang lebih banyak. Bagi mereka yang selama ini kesulitan menembus skuad utama di kompetisi reguler, League Cup bisa menjadi panggung pembuktian kualitas. Meski demikian, tantangan besar tetap menanti di depan mata. Tim pelatih harus sangat jeli dalam melakukan rotasi pemain agar performa tim tetap kompetitif di dua kompetisi berbeda tanpa mengorbankan kondisi fisik para atlet.

Related Post