Jakarta, 24 Maret 2026 – Kebiasaan menekan tombol tunda (snooze) atau memasang beberapa alarm untuk bangun pagi sering dianggap sepele. Namun, di balik rutinitas pagi yang tampaknya biasa ini, sejumlah penelitian psikologi justru menguak adanya korelasi kuat dengan pola pikir, gaya hidup, hingga karakter kepribadian seseorang.
Setiap individu memiliki ritme tidur yang khas, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi fisik, tuntutan pekerjaan, dan kebiasaan sehari-hari. Kendati demikian, kecenderungan untuk mengandalkan banyak alarm seringkali menjadi indikator adanya pola tidur atau karakteristik personal tertentu yang membentuk cara mereka memulai hari.

Melansir laporan dari Your Tango, berikut adalah sepuluh ciri kepribadian yang kerap ditemukan pada individu yang gemar memasang lebih dari satu alarm di pagi hari:
1. Suasana Hati Mudah Dipengaruhi Kewajiban Harian
Studi yang dipublikasikan dalam JMIR Human Factors mengindikasikan bahwa kebiasaan menunda alarm kerap berakar pada perasaan tidak nyaman saat terbangun. Individu ini cenderung sudah memikirkan beban atau tanggung jawab harian yang menanti, sehingga menimbulkan kecemasan. Kondisi mental ini bisa menyebabkan tidur terfragmentasi atau rasa lelah berkepanjangan, yang pada akhirnya menuntut bantuan beberapa alarm untuk benar-benar memulai hari.
2. Membutuhkan Waktu untuk Merasa Lebih Energik
Riset dari UVA Health menyoroti bahwa bunyi alarm yang mendadak dapat berdampak buruk pada kesehatan dan menguras energi di pagi hari. Oleh karena itu, bagi sebagian orang, menunda bangun adalah cara tubuh mereka untuk beradaptasi secara bertahap dan alami, memungkinkan transisi yang lebih mulus menuju kondisi terjaga sepenuhnya.
3. Kondisi Mental Relatif Stabil
Manusia secara inheren mencari kenyamanan dan stabilitas. Individu dengan kondisi emosional yang tenang dan minim kecemasan terhadap aktivitas harian cenderung lebih mudah mencapai tidur nyenyak. Ironisnya, kualitas tidur yang mendalam ini justru membuat mereka lebih sulit untuk terbangun secara tiba-tiba oleh dering alarm.
4. Cenderung Kreatif
Individu dengan pemikiran kreatif seringkali menemukan inspirasi dan produktivitas maksimal di malam hari yang sunyi. Mereka memanfaatkan waktu ini untuk berkarya, menulis, atau mengejar hobi, yang seringkali berujung pada jam tidur yang lebih larut. Konsekuensinya, kebutuhan akan beberapa alarm menjadi krusial untuk memastikan mereka bangun tepat waktu di pagi hari.
5. Lebih Produktif pada Malam Hari (Night Owl)
Para ‘night owl’ atau individu yang aktif di malam hari, seringkali merasa lebih produktif dan fokus saat jam-jam larut. Pola ini mengganggu ritme tidur alami mereka. Pakar tidur Guy Meadows menjelaskan bahwa kebiasaan tidur larut dapat mengakibatkan "utang tidur" yang menumpuk, sehingga menyulitkan mereka untuk bangun tepat waktu tanpa bantuan alarm berulang.
6. Gemar Bermain Game
Sebuah studi tahun 2014 mengungkapkan bahwa individu dengan imajinasi tinggi dan kegemaran bermain game seringkali mengalami mimpi yang lebih intens dan hidup. Pengalaman mimpi yang mendalam ini dapat memengaruhi kualitas tidur secara keseluruhan, membuat mereka merasa lebih lelah saat bangun dan memerlukan beberapa alarm untuk benar-benar terjaga.
7. Takut Tertinggal Tren Sosial (FOMO)
Fenomena ‘Fear of Missing Out’ (FOMO) juga berperan dalam pola tidur yang tidak teratur. Dorongan untuk tetap terhubung dengan media sosial atau terlibat dalam aktivitas sosial hingga larut malam memangkas durasi tidur. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, menjadikan proses bangun pagi terasa jauh lebih berat.
8. Sering Menunda Pekerjaan (Prokrastinasi)
Individu yang memiliki kebiasaan menunda-nunda pekerjaan seringkali memiliki jadwal tidur yang tidak konsisten. Riset dalam Scientific Reports menunjukkan bahwa pengguna tombol ‘snooze’ umumnya memiliki pola tidur yang fluktuatif. Mereka mungkin tidur larut malam untuk menyelesaikan tugas yang tertunda atau tenggelam dalam hiburan digital, yang semuanya berkontribusi pada kesulitan bangun pagi.
9. Terbiasa Bekerja di Bawah Tekanan
Beberapa orang justru merasa lebih produktif dan termotivasi saat bekerja di bawah tekanan atau mendekati tenggat waktu. Kecenderungan ini menyebabkan mereka menunda banyak aktivitas hingga menit-menit terakhir, yang berujung pada jam tidur yang berkurang. Tanpa bantuan beberapa alarm, mereka akan kesulitan untuk bangkit di pagi hari.
10. Sangat Menyukai Kenyamanan
Daya tarik tempat tidur yang hangat dan nyaman seringkali menjadi penghalang utama bagi sebagian orang untuk segera beranjak. Rasa nyaman yang berlebihan ini mendorong mereka untuk berulang kali menekan tombol ‘snooze’ sebelum akhirnya terpaksa memulai aktivitas. Meskipun tampak sepele, kebiasaan