Tiga Pahlawan Garuda Juara ASEAN Cup

Author Image

Dewi Laksmi

6 Oktober 2026, 18:06 WIB

portalbatang.id – Keberhasilan Timnas Indonesia dalam menyabet gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 telah mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola tanah air. Kemenangan gemilang ini tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen tim, mulai dari jajaran pelatih, staf ofisial, hingga sinergi antar pemain di lapangan. Namun, di balik kolektivitas tim yang solid, terdapat tiga sosok pemain yang tampil sangat menonjol dan menjadi kunci utama dalam melewati berbagai fase krusial turnamen.

Ketiga pemain ini bukan sekadar pelengkap skema permainan, melainkan penyelamat di saat-saat kritis yang menentukan nasib Skuad Merah-Putih. Melansir laporan dari portalbatang.id, berikut adalah profil tiga pemain yang tampil paling fenomenal sepanjang kejuaraan tersebut.

Tiga Pahlawan Garuda Juara ASEAN Cup
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Nama pertama yang wajib masuk dalam daftar adalah penyerang muda berbakat, Mitchell Baker. Pemain berusia 19 tahun ini sukses mencuri perhatian dunia sepak bola Asia Tenggara dengan performa yang sangat tajam. Meski hanya mencetak gol dalam satu pertandingan, namun dampak yang diberikan sangat luar biasa. Dalam laga kontra Bangladesh di fase grup, Baker tampil beringas dengan memborong lima gol sekaligus.

Pencapaian quintrick ini membuat Mitchell Baker resmi menyandang gelar top scorer sekaligus menyamai rekor legendaris para pendahulunya. Ia kini sejajar dengan nama-nama besar seperti Waskito, Iswadi Idris, dan Soetjipto Soentoro yang pernah mencetak lima gol dalam satu laga di era tahun 60-an dan 70-an.

Tak kalah penting, peran Ole Romeny menjadi nyawa dalam lini serang Indonesia. Jika Baker adalah eksekutor yang mematikan, maka Romeny adalah otak di balik terciptanya peluang. Pemain berusia 26 tahun ini berhasil meraih predikat sebagai raja assist di FIFA ASEAN Cup 2026.

Dalam laga penentu melawan Bangladesh, Romeny menunjukkan kelasnya dengan memberikan empat umpan matang yang berbuah gol. Tiga di antaranya dikonversi menjadi gol oleh Mitchell Baker, sementara satu lainnya diselesaikan dengan apik oleh Luke Vickery. Kehadiran Romeny terbukti menjadi faktor pembeda yang memastikan Indonesia melaju ke partai final dengan margin kemenangan yang aman.

Terakhir, stabilitas lini belakang Indonesia dijaga ketat oleh Elkan Baggott. Bek tangguh berusia 23 tahun ini menunjukkan kedewasaan bermain yang luar biasa. Elkan berhasil mengisi peran krusial di jantung pertahanan, menggantikan posisi yang biasanya diisi oleh Jay Idzes dalam skema tiga bek sejajar.

Momen paling dramatis Elkan terjadi di partai final. Setelah sempat melakukan kesalahan yang berujung gol lawan, ia tidak tumbang secara mental. Sebaliknya, ia bangkit dengan mencetak gol penyeimbang di saat tim sedang tertekan. Elkan bahkan menunjukkan mental baja saat dipercaya pelatih John Herdman untuk mengeksekusi penalti penentu, yang ia tuntaskan dengan sempurna demi membawa pulang trofi juara.

Related Post