portalbatang.id – Ambisi besar tengah menyelimuti kubu Timnas Vietnam menjelang laga krusial dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih kepala mereka, Kim Sang-sik, menegaskan bahwa anak asuhnya tidak akan main-main saat berhadapan dengan Malaysia dalam perebutan posisi ketiga. Meski laga ini bukan merupakan partai puncak, sang juru taktik asal Korea Selatan tersebut menginstruksikan seluruh pemainnya untuk tampil dengan mentalitas setara pertandingan final.
Kepastian Vietnam untuk melaju ke perebutan juara ketiga ini didapat setelah mereka berhasil menundukkan Pakistan dengan skor meyakinkan 4-2. Kemenangan tersebut sekaligus mengamankan posisi mereka di fase gugur untuk memperebutkan medali perunggu. Namun, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai saat mereka harus berhadapan dengan rival regional, Malaysia.

Menanggapi kekuatan lawan, Kim Sang-sik memberikan catatan khusus mengenai komposisi pemain Malaysia. Ia menyadari bahwa tim berjuluk Harimau Malaya tersebut telah melakukan perombakan besar-besaran pada skuad mereka jika dibandingkan dengan turnamen sebelumnya. Perubahan komposisi pemain ini tentu membuat profil kekuatan Malaysia menjadi lebih dinamis dan sulit ditebak.
Also Read
Namun, Kim Sang-sik menegaskan bahwa perubahan taktis maupun komposisi pemain dari pihak lawan tidak akan menggoyahkan fokus timnya. Ia memilih untuk menutup mata terhadap perkembangan strategi lawan dan lebih memilih untuk mematangkan persiapan internal. Fokus utama Vietnam saat ini adalah memastikan setiap pemain berada dalam kondisi puncak saat peluit pertandingan dibunyikan.
"Mengenai Malaysia, mereka memang melakukan banyak perubahan pada skuadnya. Namun, hal itu tidak berpengaruh bagi kami karena kami hanya akan fokus pada persiapan kami sendiri untuk laga mendatang. Walaupun ini laga keempat kami, kami akan menghadapinya dengan pola pikir seperti bermain di partai final," tegas Kim Sang-sik dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (2/10/2026).
Selain faktor taktik, tantangan nyata yang dihadapi Vietnam adalah masalah kebugaran fisik. Jadwal pertandingan yang sangat padat dengan jeda istirahat yang sangat minim menjadi momok bagi para pemain. Dengan waktu pemulihan yang hanya tersedia selama dua hari, risiko cedera menjadi ancaman serius bagi seluruh anggota skuad.
Kondisi cuaca panas yang ekstrem di lokasi pertandingan juga menambah beban fisik para pemain. Kim Sang-sik mengakui bahwa situasi ini menuntut tim medis dan pelatih untuk bekerja ekstra keras dalam memantau kesehatan pemain.
Sebagai langkah antisipasi, sang pelatih berencana melakukan rotasi pemain guna menjaga stabilitas performa tim. Selain untuk menjaga kebugaran, rotasi ini juga bertujuan untuk memberikan jam terbang bagi pemain cadangan agar tetap siap sedia jika dibutuhkan. Strategi ini diharapkan mampu membawa Vietnam meraih kemenangan penting di perebutan juara ketiga FIFA ASEAN Cup 2026.




