Waspada Amunisi Berbahaya Timnas Yordania

Author Image

Dewi Laksmi

13 Oktober 2026, 21:06 WIB

portalbatang.id – Persiapan Timnas Indonesia dalam menghadapi laga FIFA Matchday pada November 2026 mendatang tampaknya tidak akan berjalan mudah. Pelatih skuad Garuda, John Herdman, kini tengah memutar otak untuk memetakan kekuatan lawan yang akan dihadapi, yakni Timnas Yordania. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi ujian berat bagi mental dan strategi anak asuhnya.

Yordania bukanlah lawan sembarangan. Tim berjuluk Al-Nashama ini merupakan salah satu kekuatan besar di Asia yang telah mencicipi atmosfer kompetisi dunia setelah berhasil berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026. Pengalaman bertanding di level tertinggi inilah yang menjadi pembeda sekaligus ancaman nyata bagi lini pertahanan Indonesia.

Waspada Amunisi Berbahaya Timnas Yordania
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Kekuatan utama Yordania terletak pada kedalaman skuadnya. Tercatat, ada sekitar 16 pemain dalam komposisi mereka yang berkarier di luar negeri, yang berarti mereka memiliki jam terbang tinggi di berbagai liga kompetitif. Melansir laporan dari portalbatang.id, ada tiga nama kunci yang wajib masuk dalam radar pengawasan ketat tim kepelatihan Indonesia.

Pertama, ada sosok kapten berpengalaman, Mahmoud Al-Mardi. Pemain berusia 33 tahun ini merupakan nyawa di sektor sayap Yordania. Sejak debutnya pada tahun 2015, Al-Mardi telah mengoleksi 75 penampilan internasional. Ia bukan sekadar pemain yang mampu mencetak gol, tetapi juga seorang kreator peluang ulung dengan catatan 12 assist. Kehadirannya di lapangan seringkali menjadi pemecah kebuntuan bagi timnya.

Kedua, lini belakang Indonesia harus ekstra waspada terhadap pergerakan Ali Olwan. Penyerang berusia 26 tahun ini memegang status sebagai mesin gol utama Al-Nashama. Dengan catatan 29 gol dari 64 pertandingan, Olwan memiliki insting membunuh yang sangat tajam di kotak penalti. Pengalamannya merumput di berbagai liga Asia, mulai dari Qatar, Irak, hingga Malaysia, membuatnya sangat adaptif dalam menghadapi berbagai jenis gaya bertahan.

Ancaman paling berbahaya datang dari bintang utama mereka, Mousa Al-Tamari. Pemain berusia 29 tahun ini adalah representasi kualitas pemain Yordania yang telah menembus kasta tertinggi sepak bola Eropa. Saat ini, Al-Tamari tengah memperkuat klub Prancis, Rennes, setelah sebelumnya sukses mencuri perhatian saat membela Montpellier di Prancis dan OH Leuven di Belgia.

Sebagai pemain dengan jumlah caps terbanyak di skuad saat ini, Al-Tamari memiliki kematangan bermain yang luar biasa. Dengan koleksi 82 pertandingan dan 24 gol, ia adalah pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap melalui kecepatan dan tekniknya yang khas pemain Eropa. Jika lini tengah Indonesia gagal meredam pergerakannya, maka gawang Garuda dipastikan akan berada dalam tekanan hebat sepanjang laga.

Related Post