Pemalang, Jawa Tengah – Pemerintah Kabupaten Pemalang serius menggarap potensi ekonomi syariah. Buktinya, audiensi baru-baru ini dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menghasilkan rencana pengembangan Kawasan Industri Pangan Halal di daerah tersebut. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, mengungkapkan pertemuan tersebut menjadi landasan hukum bagi Pemkab untuk membentuk tim khusus yang akan merancang program kerja pengembangan kawasan industri tersebut. "Task force ini bukan sekadar Surat Keputusan (SK), melainkan akan memiliki aktivitas dan kantor operasional," tegasnya. Ia berharap kolaborasi dengan KNEKS akan mempercepat realisasi proyek ini. Dua kecamatan, Pemalang dan Bantarbolang, diprioritaskan karena ketersediaan lahan yang strategis. "Lahan milik negara di selatan kota menjadi pilihan utama, mengingat keterbatasan lahan di utara yang sudah menjadi permukiman," imbuh Bupati.

Plt. Direktur Industri Produk Halal KNEKS, Putu Rahwidhiyasa, menilai Pemalang memiliki potensi besar untuk memproduksi produk halal yang bisa diekspor dan memenuhi kebutuhan domestik. "Jika potensi ini dikembangkan, maka akan masuk dalam prioritas nasional," ujarnya. Kerja sama ini diharapkan mampu membuka peluang investasi dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.