JEMBER, Portal Batang ID – Penutupan jalur Gumitir yang vital, penghubung Jember dan Banyuwangi, memicu gelombang keluhan dari kalangan pengusaha di Jawa Timur. Sejak ditutup pada 24 Juli 2025, arus distribusi barang terganggu signifikan, memicu kerugian ekonomi dan kemacetan parah di jalur-jalur alternatif.
Mahdi, anggota DPRD Jawa Timur, mengungkapkan banyaknya aduan yang diterimanya dari pelaku ekonomi. Mulai dari perusahaan ekspedisi, penyedia logistik, hingga pedagang kecil kesulitan mengirimkan barang ke wilayah timur Jawa dan Bali.

"Dampaknya sangat terasa, terutama pada aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk yang praktis lumpuh akibat kemacetan yang luar biasa," ungkap Mahdi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur, pada Jumat (25/7/2025).
Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai penutupan jalur Gumitir seharusnya direncanakan dengan lebih matang. Ia menekankan, jika perbaikan belum siap dilaksanakan, jalan tersebut seharusnya tidak ditutup total.
"Jangan sampai penutupan ini justru menghambat perekonomian Jawa Timur, terutama masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya," tegas Mahdi, yang dikenal sebagai penggemar olahraga motorcross.
Mahdi, yang berasal dari Probolinggo, juga mendesak pemerintah untuk tidak mengabaikan nasib para pelaku usaha. Menurutnya, sebelum memutuskan penutupan, pemerintah seharusnya menyiapkan alternatif atau solusi konkret untuk meminimalisir dampak ekonomi yang timbul.
"Pemerintah harus hadir memberikan solusi, bukan malah menambah beban para pengusaha. Jangan sampai ekonomi masyarakat terpuruk hanya karena kebijakan yang kurang matang," tandasnya.
Pada hari pertama penutupan jalur Gumitir, kemacetan panjang langsung melanda jalur pantura Jawa Timur. Truk-truk besar pengangkut logistik yang dialihkan ke jalur alternatif terpaksa mengantre hingga belasan jam. Antrean kendaraan bahkan mengular hingga Waduk Bajulmati dan Pelabuhan Ketapang.
Penutupan jalur Gumitir ini dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali sebagai bagian dari proyek preservasi jalan nasional di kawasan Alas Gumitir, Jember. Penutupan dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, dari 24 Juli hingga 24 September 2025, meliputi ruas Sumberjati hingga batas Kabupaten Banyuwangi di Km 233+500, tepatnya di Tikungan Mbah Singo.