Surabaya – Kabar baik datang dari Jawa Timur. Pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencatatkan angka positif, naik 1,7 persen pada semester ketiga tahun ini. Angka ini bahkan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa, sebuah pencapaian yang diapresiasi oleh anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, M. Hadi Setiawan.
"Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur lebih besar dari provinsi-provinsi di Jawa dan otomatis membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Ini patut diapresiasi," ujar Hadi, Selasa (11/11/2025).

Meskipun demikian, Hadi mengingatkan bahwa dampak positif dari pertumbuhan ini belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang masih berjuang mencari pekerjaan. Ia menyoroti bahwa angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum secara signifikan mengatasi masalah pengangguran di Jawa Timur.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa kinerja ekonomi Jawa Timur pada kuartal III 2025 menunjukkan ketahanan yang kuat dan pertumbuhan yang inklusif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekonomi Jawa Timur tumbuh 1,70 persen secara quarter to quarter (q-to-q) dibandingkan kuartal II 2025.
Hadi, yang juga merupakan anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Kediri, menyoroti sektor pertanian sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Namun, ia mengingatkan bahwa sektor ini sangat bergantung pada musim, yang dapat memengaruhi penyerapan tenaga kerja.
"Pertanian itu permusim. Kalau musim berubah, serapan tenaga kerja ikut terpengaruh. Maka kebijakan harus memastikan pekerja tetap terserap," jelasnya.
Selain itu, Hadi juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar penting dalam perekonomian masyarakat. Menurutnya, UMKM memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan rakyat, sehingga jika UMKM terganggu, kesejahteraan masyarakat juga akan terpengaruh.
DPRD Jawa Timur berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ekonomi agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kami akan menjaga agar UMKM tetap eksis dan berjaya. Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan, bukan hanya ditampilkan dalam angka," pungkas Hadi.
