Pemalang, Jawa Tengah – Banyak ibu yang masih salah paham mengenai perbedaan antara ASI dan ASI eksklusif. Padahal, pemahaman yang benar sangat penting untuk memastikan bayi mendapatkan nutrisi terbaik di awal kehidupannya. Dokter Fisna Sintia dari Puskesmas Warungpring, dalam dialog kesehatan di LPPL Radio Swara Widuri 87.7 FM (12/11/2025), mencoba meluruskan persepsi yang keliru ini.
Menurut dr. Fisna, ASI adalah air susu yang diproduksi ibu untuk bayinya. Sementara itu, ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja, tanpa tambahan makanan atau minuman lain, sejak bayi lahir hingga usia 6 bulan. "Dalam masa ini, bayi hanya boleh menerima ASI saja. Bahkan air putih pun tidak diperbolehkan. Ini yang sering disalahpahami," tegasnya.

Rekomendasi ini sejalan dengan anjuran WHO dan UNICEF. Dokter Fisna menambahkan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebaiknya dilakukan segera setelah bayi lahir. "Setelah lahir, bayi diletakkan di dada ibu agar terjadi skin to skin contact. Ini penting untuk membangun ikatan antara ibu dan bayi," jelasnya. Setelah usia 6 bulan, bayi baru boleh diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI), namun ASI tetap diberikan hingga usia 2 tahun atau lebih.
Bidan Anisa Victoria dari Puskesmas Warungpring menambahkan, kepercayaan diri ibu sangat berpengaruh pada produksi ASI. "Ibu menyusui harus bahagia, tidak stres, dan tidak cemas. Dengan begitu, hormon prolaktin akan meningkat dan produksi ASI pun lancar," ujarnya. Selain itu, asupan makanan bergizi juga penting untuk menghasilkan ASI yang berkualitas.
