Langit Nusantara Kian Perkasa: Jet Tempur Rafale Pertama Resmi Beroperasi
Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi bahwa tiga unit pesawat tempur Rafale, bagian dari pesanan strategis Indonesia dari Prancis, kini telah tiba di Tanah Air dan siap memperkuat armada TNI Angkatan Udara (AU). Jet-jet canggih ini dilaporkan telah berada di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait, baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa secara administratif dan teknis, ketiga pesawat tempur tersebut telah melalui proses serah terima dan sepenuhnya siap dioperasikan oleh TNI AU.
"Tiga unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia dan saat ini berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Secara administratif dan teknis, pesawat tersebut telah diserahterimakan dan sudah dapat digunakan oleh TNI AU," ujar Rico, dikutip dari Antara, Selasa (27/1). Kehadiran Rafale ini secara signifikan akan meningkatkan kapabilitas pertahanan udara Indonesia.
Kedatangan tiga unit Rafale ini menandai gelombang pertama dari total 42 jet tempur canggih yang dipesan Indonesia dari produsen Dassault Aviation, Prancis. Meskipun demikian, Brigjen Rico tidak merinci jadwal pasti kedatangan gelombang kedua dan ketiga dari armada Rafale tersebut.
Dengan masuknya Rafale ke jajaran alutsista, TNI AU dipastikan akan memiliki kekuatan yang jauh lebih tangguh dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia. Indonesia sendiri telah dikenal sebagai salah satu negara yang mempercayakan pertahanan udaranya pada jet tempur Rafale buatan Prancis.
Kontrak pembelian total 42 unit jet tempur ini telah melalui beberapa tahapan. Kementerian Pertahanan sebelumnya telah mengefektifkan kontrak pengadaan tahap pertama untuk enam unit pada September 2022, diikuti 18 unit pada Agustus 2023. Kontrak tahap ketiga untuk 18 unit terakhir kini juga telah efektif, melengkapi total 42 unit jet tempur yang akan dimiliki Indonesia.
Menariknya, kedatangan tiga unit pertama ini mendahului proyeksi awal yang sempat disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan kala itu, Brigadir Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha, yang menyebutkan jadwal kedatangan pesawat Rafale pertama pada awal 2026. Kehadiran lebih awal ini tentu menjadi kabar baik bagi penguatan pertahanan nasional.
Dengan demikian, Indonesia semakin mantap dalam membangun kekuatan udara yang modern dan disegani di kawasan, memastikan langit Nusantara tetap aman dan berdaulat.