Jakarta – Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) tengah merancang program naturalisasi empat atlet voli asal Brasil sebagai upaya strategis untuk memperkuat tim nasional putra dan putri Indonesia. Langkah ini diambil di tengah pembaruan regulasi dari Federasi Internasional Bola Voli (FIVB) yang kini menerapkan aturan naturalisasi yang lebih ketat.
Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo, mengonfirmasi bahwa program ini menargetkan dua pemain putra dan dua pemain putri. Saat ini, prosesnya masih dalam tahap penyelesaian dokumen administratif sebelum diajukan kepada pemerintah.

"Semua naturalisasi yang pernah saya sampaikan itu ada dua putra, dua putri. Sekarang kita lagi proses mempersiapkan administrasi dan dalam waktu dekat saya mau menghadap Menpora untuk membicarakan masalah ini," ujar Imam Sudjarwo.
Aturan Ketat FIVB untuk Naturalisasi Pemain
Pembaruan regulasi FIVB membuat proses naturalisasi pemain menjadi lebih kompleks dan terukur. Salah satu poin krusial adalah pembatasan jumlah pemain naturalisasi dalam satu tim. Berdasarkan aturan baru, maksimal hanya dua pemain naturalisasi yang diperbolehkan masuk dalam daftar roster tim putra maupun putri. Pembatasan inilah yang menjadi dasar bagi PBVSI untuk membidik masing-masing dua pemain untuk setiap tim.
Selain batasan jumlah, ada beberapa syarat lain yang harus dipenuhi oleh pemain yang akan dinaturalisasi:
- Syarat Domisili: Pemain wajib menetap di negara tujuan naturalisasi selama tiga tahun berturut-turut terhitung sejak tanggal pengajuan permohonan naturalisasi.
- Syarat Kewarganegaraan: Alternatif lain adalah pemain harus sudah memiliki kewarganegaraan negara tersebut sebelum mengajukan permohonan perubahan federasi. Namun, opsi kedua ini kemungkinan sulit diterapkan di Indonesia mengingat negara ini tidak menganut sistem kewarganegaraan ganda.
- Larangan Perpindahan Tim Nasional: Aturan terakhir yang tak kalah penting adalah larangan perpindahan tim nasional jika seorang pemain telah mewakili federasi asalnya dalam kompetisi resmi atau turnamen kontinental. Ini memastikan bahwa pemain yang sudah berkompetisi di level internasional untuk satu negara tidak bisa serta merta berpindah untuk membela negara lain.
Dengan regulasi yang semakin ketat dari FIVB, upaya PBVSI untuk memperkuat tim nasional melalui jalur naturalisasi akan menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan persiapan matang dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah.
