Terbukti! MotoGP Mandalika 2025 Pacu Ekonomi RI dengan Rp4,96 Triliun
Jakarta – Ajang balap motor bergengsi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, atau yang lebih dikenal sebagai MotoGP Mandalika, diproyeksikan memberikan kontribusi ekonomi yang fantastis, mencapai Rp4,96 triliun bagi perekonomian nasional. Angka impresif ini terungkap dari studi komprehensif yang disusun oleh Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB).

Troy Warokka, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 sekaligus Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), menegaskan bahwa gelaran MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit bukan sekadar tontonan olahraga kelas dunia. Lebih dari itu, ajang ini merupakan lokomotif penggerak ekonomi yang memberikan kontribusi nyata, baik di tingkat nasional maupun daerah.
"Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, melalui event-event berskala internasional, adalah investasi strategis jangka panjang. Tujuannya adalah membangun ekosistem pariwisata olahraga (sport tourism) yang terintegrasi, menyatukan sektor olahraga, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi lokal, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," jelas Troy dalam keterangan resminya, Selasa (31/3).
Keberhasilan event ini tercermin dari angka kunjungan penonton yang mencapai 140.324 orang. Dampak positifnya merambah sektor akomodasi, dengan tingkat okupansi hotel di kawasan Mandalika mencapai 100 persen. Sementara itu, Pulau Lombok secara keseluruhan mencatat rata-rata okupansi 93 persen dan Kota Mataram 90 persen.
Sektor UMKM lokal juga merasakan berkah, dengan keterlibatan lebih dari 600 pelaku usaha. Lebih dari 3.000 lapangan kerja baru tercipta, di mana 67 persen di antaranya didominasi oleh warga Kabupaten Lombok Tengah.
"Pelaksanaan event internasional di Pertamina Mandalika International Circuit telah membuktikan diri sebagai katalisator kuat bagi pertumbuhan ekonomi, baik di level nasional maupun regional. Kami berkomitmen penuh untuk terus mengembangkan Kawasan The Mandalika, termasuk sirkuitnya, sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia," imbuhnya.
Studi LETMI ITB lebih lanjut merinci bahwa estimasi dampak ekonomi tersebut meliputi peningkatan signifikan aktivitas pariwisata, perputaran ekonomi lokal yang masif, penciptaan ribuan lapangan kerja, serta penguatan citra (national branding) Indonesia di kancah global.
"Angka Rp4,96 triliun ini jelas mencerminkan efek pengganda (multiplier effect) yang jauh melampaui seluruh biaya penyelenggaraan event," tegas Troy.
Menyadari besarnya manfaat, ITDC akan terus menjalin koordinasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan event internasional ini dengan skema yang lebih optimal dan berkelanjutan.
"InJourney Group dan ITDC bertekad untuk senantiasa memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memastikan setiap inisiatif bisnis memberikan nilai tambah yang lestari, baik bagi perusahaan, negara, maupun masyarakat luas," pungkas Troy, mengakhiri pernyataannya.