Jalan Ditutup, Warga Sidoarjo Hebohkan Google Maps dengan ‘Selat Hormuz’ Lokal
Sidoarjo, Portal Batang ID – Sebuah insiden pemblokiran akses jalan di Perumahan Sidokare Asri, Sidoarjo, Jawa Timur, telah memicu ketegangan antarwarga dan berujung pada fenomena unik di dunia maya: munculnya penanda lokasi ‘Selat Hormuz Sidokare’ di Google Maps. Kejadian ini menjadi sorotan setelah video rekamannya viral di media sosial, menampilkan seorang warga senior yang secara agresif menutup jalan.

Kegaduhan bermula dari beredarnya rekaman CCTV di platform TikTok, salah satunya diunggah oleh akun @Brilliant_Prayoga. Video tersebut menunjukkan seorang pria lanjut usia (lansia) menutup jalan di depan kediamannya menggunakan berbagai benda, mulai dari jemuran hingga plang besi. Akibatnya, pengendara mobil terpaksa mundur atau bahkan mengalami lecet pada kendaraannya saat mencoba melintas. Aksi ‘penjagaan ketat’ sang kakek sambil membawa tongkat ini sontak memancing komentar warganet yang menyamakannya dengan penjagaan jalur internasional Selat Hormuz.
Bukan Kali Pertama dan Bukan Portal Resmi
Ketua RT 53, RW 16, Perumahan Sidokare Asri, Abdul Rofik, mengonfirmasi kebenaran insiden tersebut. Menurut Rofik, tindakan pemblokiran jalan oleh warganya ini bukan kali pertama terjadi dan seringkali berujung pada perselisihan. "Memang kejadian seperti itu sudah sering. Tapi waktu itu kondisinya terlalu penuh, jadi tidak bisa lewat, akhirnya terjadi percekcokan," jelas Rofik kepada Portal Batang ID.
Ia juga menegaskan bahwa penghalang yang dipasang bukanlah fasilitas resmi dari pengurus lingkungan, melainkan inisiatif pribadi warga tersebut. "Kalau portal resmi dari RT itu ada, tapi ini penutup jalan pribadi, yang bikin sendiri," tegasnya. Pihak RT telah berupaya melakukan mediasi antara MH, warga yang melakukan penutupan, dengan warga terdampak. Rofik berharap persoalan ini dapat segera terselesaikan tanpa berlarut-larut. "Tadi malam sudah ada mediasi dengan lingkungan. Insyaallah sudah selesai dan besok direncanakan sudah clear," pungkas Rofik.
Frustrasi Warga Tumpah di Google Maps
Frustrasi warga tak hanya di dunia nyata, namun juga merambah ranah digital. Titik lokasi penutupan jalan tersebut kini ramai diperbincangkan di Google Maps dengan nama ‘Selat Hormuz Sidokare’. Pantauan Portal Batang ID menunjukkan, lokasi fiktif ini mendapatkan rating rendah 2,1 bintang, dihiasi komentar-komentar bernada satir dan humoris dari warganet. Salah satu pemandu lokal bahkan menulis, "Njauk tulung gruduk en ae" (minta tolong digeruduk saja), menunjukkan tingkat kekesalan yang mendalam.
Pembelaan Sang Kakek dan Ancaman Jalur Hukum
Sementara itu, pria lansia yang menjadi dalang di balik pemblokiran jalan, MH (66), akhirnya angkat bicara. Ia berkilah bahwa tindakannya dilandasi niat untuk menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan dan menjaga keselamatan anak-anak di lingkungan tersebut. "Saya itu tujuannya penertiban, banyak mobil parkir seenaknya dan tidak memikirkan lingkungan," ujar MH.
Ia juga mengklaim tidak menutup jalan secara total, melainkan menerapkan sistem buka-tutup. "Di situ juga sering ada anak-anak kecil lewat mendadak, jadi saya antisipasi supaya tidak terjadi kecelakaan," tambahnya. Merasa disudutkan oleh narasi yang viral di media sosial tanpa adanya klarifikasi yang memadai, MH berencana menempuh jalur hukum atas penyebaran video CCTV yang dianggap merugikannya. Konflik jalanan ini kini tak hanya menjadi perbincangan lokal, namun juga fenomena digital yang menarik perhatian publik.