Dua kekuatan bulutangkis Asia, Korea Selatan dan Indonesia, harus menelan pil pahit setelah sama-sama gagal melaju ke babak perempat final turnamen bergengsi Thomas Cup 2026. Kejadian ini menandai sebuah kejutan besar dalam sejarah kejuaraan beregu putra tersebut, mengingat kedua negara memiliki tradisi kuat di kancah bulutangkis dunia.
Tim Negeri Ginseng, Korea Selatan, harus mengubur impiannya melangkah lebih jauh meskipun berhasil meraih kemenangan telak 5-0 atas Swedia pada pertandingan penutup Grup C yang berlangsung Kamis (30/4) dini hari WIB. Kemenangan tersebut menjadi tidak berarti lantaran di waktu yang sama, Taiwan secara mengejutkan berhasil menumbangkan Denmark dengan skor tipis 3-2. Hasil ini menempatkan Korea di posisi ketiga klasemen akhir Grup C, dengan rekor satu kekalahan 1-4 dari Denmark, serta dua kemenangan 3-2 atas Taiwan dan 5-0 atas Swedia.

Kegagalan ini sekaligus menjadi deja vu pahit bagi Korea Selatan, mengingat mereka pernah mengalami nasib serupa pada Piala Thomas 2002. Ironisnya, skuad Korea tahun ini diperkuat oleh ganda putra peringkat satu dunia, Seo Seung Jae/Kim Won Ho, namun kehadiran mereka belum mampu menyelamatkan tim dari eliminasi dini.
Senasib dengan Korea Selatan, tim bulutangkis putra Indonesia juga harus mengakhiri perjalanan mereka di Thomas Cup 2026 lebih awal. Skuad Merah Putih hanya mampu menempati peringkat ketiga di Grup D, sebuah hasil yang jauh dari ekspektasi. Catatan ini bahkan menjadi sejarah kelam bagi Indonesia, karena ini adalah kali pertama dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Thomas, tim Merah Putih gagal melewati fase grup. Rekor terburuk sebelumnya adalah terhenti di babak perempat final pada edisi 2012.
Padahal, perjalanan Indonesia di Thomas Cup 2026 diawali dengan cukup menjanjikan. Fajar Alfian dan rekan-rekan berhasil memetik kemenangan sempurna 5-0 atas Aljazair di laga pembuka. Momentum positif berlanjut dengan kemenangan sulit 3-2 melawan Thailand pada pertandingan kedua. Namun, asa mereka untuk melaju pupus di laga penentuan. Kekalahan telak 1-4 dari Prancis membuat hitung-hitungan poin tidak lagi berpihak pada tim Merah Putih, mengunci mereka di posisi ketiga Grup D.
Kegagalan dua raksasa bulutangkis ini di fase grup Thomas Cup 2026 tentu menjadi pelajaran berharga dan memicu evaluasi mendalam bagi kedua federasi bulutangkis masing-masing negara.
