Waspada! Sakit Telapak Kaki Bisa Jadi Gejala 6 Penyakit Serius Ini
Jakarta – Nyeri pada telapak kaki kerap dianggap remeh, seringkali dikaitkan dengan kelelahan setelah beraktivitas panjang atau berdiri terlalu lama. Memang, setelah beristirahat, rasa pegal biasanya akan mereda. Namun, apabila nyeri tak kunjung membaik dan terasa berkepanjangan, ada baiknya Anda mulai waspada. Sakit di telapak kaki yang persisten bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius, mulai dari cedera ringan hingga kondisi medis tertentu yang memerlukan perhatian.
Mengenali penyebab dan gejala yang menyertainya sangat penting agar penanganan bisa dilakukan secara tepat. Melansir berbagai sumber kredibel, berikut adalah enam kemungkinan penyakit yang bisa menyebabkan telapak kaki Anda terasa sakit:
1. Plantar Fasciitis
Plantar fasciitis menempati posisi teratas sebagai penyebab umum nyeri telapak kaki. Kondisi ini terjadi akibat peradangan pada jaringan tebal yang membentang di bawah kaki, dari tumit hingga pangkal jari kaki, yang dikenal sebagai plantar fascia. Gejala yang muncul bervariasi, mulai dari nyeri tajam, tumpul, hingga sensasi terbakar di telapak kaki. Rasa sakit ini biasanya paling terasa saat langkah pertama di pagi hari setelah bangun tidur. Faktor risiko meliputi kondisi kaki datar (flat foot), kelebihan berat badan, sering berjalan atau berdiri di permukaan keras, kebiasaan berjalan tanpa alas kaki, hingga efek kehamilan.
2. Osteoarthritis
Meski identik dengan sendi lutut, osteoarthritis atau radang sendi degeneratif juga bisa memicu nyeri pada telapak kaki. Perubahan pola jalan yang terjadi akibat radang sendi lutut dapat memicu distribusi tekanan yang tidak merata pada kaki, sehingga menimbulkan rasa sakit di area telapak. Sebuah studi kecil yang dipublikasikan di jurnal Musculoskeletal Care (2023) bahkan menunjukkan bahwa plantar fasciitis seringkali terjadi bersamaan dengan osteoarthritis lutut, terutama pada kasus nyeri tumit.
3. Metatarsalgia
Metatarsalgia adalah kondisi yang menyebabkan nyeri pada bagian depan telapak kaki, tepatnya di area lima tulang metatarsal yang menghubungkan pergelangan kaki dengan jari-jari kaki. Rasa sakitnya bisa terasa tajam, nyeri, atau seperti terbakar, dan cenderung memburuk saat berdiri, berjalan, atau berlari. Kondisi ini sering dialami oleh individu yang aktif dalam olahraga berdampak tinggi seperti lari atau lompat, serta wanita paruh baya.
4. Kapalan dan Kutil Kaki
Kapalan dan kutil kaki seringkali timbul akibat gesekan atau tekanan berulang dari alas kaki yang kurang pas. Mengutip Healthline, kapalan umumnya berupa penebalan kulit tanpa inti, sedangkan kutil memiliki inti keras di tengahnya. Keduanya dapat menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan pada telapak kaki. Meskipun seringkali bisa diatasi secara mandiri dengan merendam kaki dan menggosoknya menggunakan batu apung, konsultasi medis diperlukan jika muncul gejala seperti pendarahan, infeksi, atau jika Anda memiliki riwayat diabetes.
5. Kutil Plantar
Berbeda dengan kutil kaki biasa, kutil plantar tumbuh di area telapak kaki akibat infeksi virus human papillomavirus (HPV) yang masuk melalui luka kecil di kulit. Menurut Cleveland Clinic, kutil ini bersifat menular dan dapat menyebar melalui kontak langsung atau berbagi barang pribadi seperti sepatu dan kaus kaki. Kutil plantar dapat menimbulkan rasa sakit yang signifikan, bahkan memaksa penderitanya mengubah cara berjalan untuk menghindari nyeri. Meski bisa hilang sendiri dalam satu hingga dua tahun, dokter dapat menyarankan pengobatan untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah penyebaran.
6. Asam Urat Tinggi
Tingginya kadar asam urat dalam darah dapat memicu peradangan sendi yang disertai nyeri dan pembengkakan. Meskipun serangan asam urat banyak terjadi di jari kaki, lutut, atau persendian lainnya, area telapak kaki seperti di tumit juga bisa menjadi target. Serangan nyeri akibat asam urat dikenal sangat intens, berlangsung selama satu hingga dua minggu, dan dapat kambuh sewaktu-waktu setelah gejala menghilang sementara.
Apabila nyeri pada telapak kaki tak kunjung membaik atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kaki. Diagnosis dan penanganan yang tepat akan membantu Anda kembali beraktivitas tanpa rasa sakit dan mencegah komplikasi lebih lanjut.