Al-Qur’an Saksi Sumpah Wali Kota Muslim Pertama New York
Jakarta – Zohran Mamdani telah menorehkan sejarah baru di kancah politik Amerika Serikat. Ia resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City, menjadi sosok pertama yang pengambilan sumpahnya menggunakan kitab suci umat Islam, Al-Qur’an. Pelantikan ini juga menandai Mamdani sebagai wali kota New York pertama yang beragama Islam, individu pertama keturunan Asia Selatan, serta kelahiran Afrika pertama yang mengemban jabatan prestisius tersebut.
Prosesi pelantikan Mamdani berlangsung dalam dua tahap. Pengambilan sumpah pertama dilaksanakan pada Malam Tahun Baru, 31 Desember 2024, di sebuah stasiun kereta bawah tanah New York yang kini terbengkalai. Jaksa Agung New York, Letitia James, memimpin upacara tersebut, di mana Mamdani meletakkan tangannya di atas dua Al-Qur’an.
Selanjutnya, pada 1 Januari 2025 siang hari, sumpah kedua dilangsungkan di Balai Kota, dipimpin oleh Senator Vermont, Bernie Sanders. Dalam prosesi ini, Mamdani kembali bersumpah di atas Al-Qur’an.
Dua dari Al-Qur’an yang digunakan dalam prosesi sakral itu diketahui merupakan warisan dari kakek dan nenek Mamdani. Sementara itu, satu Al-Qur’an lainnya adalah manuskrip berukuran saku dari akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19. Kitab suci berharga ini merupakan bagian dari koleksi Penelitian Budaya Kulit Hitam Schomburg di Perpustakaan Umum New York.
Keberadaan Al-Qur’an saku tersebut diyakini mencerminkan hubungan historis antara Islam dan budaya kulit hitam di Amerika Serikat serta Afrika. Menurut Hiba Abid, Kurator Studi Timur Tengah dan Islam di Perpustakaan Umum New York, Al-Qur’an berukuran saku ini melambangkan keragaman dan jangkauan komunitas Muslim di New York. Desainnya yang sederhana, dengan sampul merah tua dan tulisan tinta hitam-merah, menunjukkan bahwa manuskrip ini ditujukan untuk penggunaan sehari-hari, bukan sekadar pajangan seremonial.
Zohran Mamdani berhasil memenangkan pemilihan umum wali kota New York pada November sebelumnya. Selama masa kampanye, ia aktif menyuarakan janji-janji untuk mengatasi tingginya biaya hidup di kota metropolitan tersebut. Beberapa program utamanya meliputi pembekuan sewa untuk lebih dari satu juta unit apartemen, pembangunan 200.000 unit perumahan terjangkau, hingga penyediaan layanan bus gratis bagi warga.
Pelantikan Mamdani, dengan segala keunikannya, tidak hanya menandai babak baru bagi New York City tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang inklusivitas dan representasi di panggung politik global.