Angin Segar Industri Kreatif: Los Angeles Bidik Mikrodrama dengan Insentif Pajak
Jakarta, 29 Januari 2026 – Fenomena mikrodrama, format video vertikal berdurasi singkat yang kian populer, kini menjadi fokus perhatian serius pemerintah kota Los Angeles. Dewan kota setempat secara bulat memberi sinyal positif untuk mengkaji kemungkinan pemberian insentif fiskal atau subsidi bagi produksi mikrodrama, sebuah langkah strategis yang diharapkan dapat merevitalisasi industri kreatif di jantung Hollywood.

Pada hari Rabu (28/1), Dewan Kota Los Angeles mengambil keputusan penting untuk menjajaki alokasi dana sebesar US$5 juta, atau setara dengan sekitar Rp84 miliar (dengan kurs US$1=Rp16.812), khusus untuk mendukung produksi mikrodrama. Keputusan dewan yang solid ini menginstruksikan pemerintah kota untuk mengidentifikasi sumber pendanaan, baik dari sektor publik maupun swasta, guna menopang genre konten yang sedang naik daun ini, demikian dilaporkan oleh Variety.
Anggota Dewan Bob Blumenfield, yang menginisiasi mosi tersebut, menjelaskan bahwa banyak produksi mikrodrama saat ini tidak memenuhi kriteria untuk mendapatkan fasilitas kredit pajak negara bagian yang telah ada. "Banyak dari produksi ini tidak memenuhi syarat yang dibutuhkan untuk mendapatkan kredit pajak negara bagian," ujar Blumenfield. "Ini adalah celah yang harus kita atasi."
Gagasan ini berawal dari saudaranya, Jay Blumenfield, seorang veteran berpengalaman di industri televisi. Jay baru-baru ini memproduksi mikrodrama seperti Her Heart, Held Hostage dan Hired to Obey untuk platform MyDrama. Dalam sebuah wawancara, Jay mengungkapkan bahwa genre ini menyajikan prospek cerah, namun anggaran produksi mikrodrama yang relatif minim, sekitar US$200 ribu atau Rp3 miliar, menyulitkan mereka untuk memperoleh insentif di Los Angeles.
"Saya percaya ini adalah salah satu cara kita dapat memulihkan segmen kelas menengah kreatif di kota ini," kata Jay. "Saya pikir itu telah terkikis oleh konsolidasi perusahaan, dominasi konglomerat, dan kebijakan yang kurang tepat." Ia menambahkan, "Jika kita bisa mendapatkan tambahan US$20 ribu, US$30 ribu, itu akan menjadi penentu apakah produksi bisa dilakukan di sini atau tidak."
Sebagai perbandingan, California saat ini memiliki berbagai regulasi daerah yang memfasilitasi produsen film untuk memperoleh keringanan pajak, namun dengan syarat biaya produksi minimal US$1 juta. Sementara itu, di Georgia, ambang batas pengeluaran minimum untuk insentif adalah US$500 ribu, dan produser bahkan diizinkan menggabungkan beberapa proyek untuk mencapai ambang batas tersebut.
Produksi film dan konten kreatif secara luas telah lama diakui oleh berbagai daerah di dunia sebagai pendorong ekonomi lokal yang signifikan. Sektor ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, mulai dari perekrutan kru lepas, mendorong produksi barang dan jasa lokal, hingga mempromosikan destinasi pariwisata. Langkah Los Angeles ini diharapkan dapat memperkuat posisi kota sebagai pusat industri hiburan global, sekaligus memberikan kesempatan emas bagi para kreator konten mikro untuk berkembang.