Arema Menggila Persik Siap Redam Taktik Baru

Author Image

Dewi Laksmi

18 September 2026, 07:06 WIB

portalbatang.id – Arema FC tampil dengan wajah baru yang mengejutkan di BRI Super League 2026/2027. Di bawah arahan pelatih asal Brasil, Marcos Santos, Singo Edan kini mengusung pakem permainan spartan dengan pergerakan simultan yang membuat lawan kelabakan. Gaya main revolusioner ini telah membuahkan hasil impresif di dua laga awal musim, dan kini Persik Kediri bersiap menghadapi tantangan berat di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Malang, Jumat (18/9/2026).

Filosofi baru Arema FC terlihat jelas dari intensitas tinggi dan mobilitas pemain yang tak henti. Jhon Alfaridzi dkk. tak lagi terpaku pada posisi, melainkan bergerak dinamis menciptakan ruang dan ancaman dari berbagai lini. Buktinya, Isenmulang FC digasak telak 4-0, sementara PSM Makassar dibuat kewalahan di kandang sendiri sebelum akhirnya berbagi angka 3-3. Yang paling mencolok, tujuh gol yang bersarang di gawang lawan dicetak oleh tujuh pemain berbeda, menandakan tidak ada lagi ketergantungan pada satu striker tunggal. Jhon Al Faridzi, Diego Landis, Marcos Vinicius, dan Mauro Zijlstra menjadi pencetak gol saat melawan Isenmulang, sementara Gustavo Franca, Gabriel Silva, dan Careca membobol gawang PSM.

Arema Menggila Persik Siap Redam Taktik Baru
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Perubahan drastis ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi setiap lawan, termasuk Persik Kediri. Pelatih Macan Putih, Marcos Reina, mengakui telah mempelajari inovasi taktik Arema FC. "Pelatih Arema FC punya inovasi taktik baru. Dia tak mengandalkan striker murni nomor 9 lagi. Semua pemain harus bergerak simultan di segala lini. Paling bahaya ketika mereka masuk sepertiga pertahanan lawan. Di momen itu, siapapun bisa mencetak gol," ungkap Reina, menunjukkan keseriusannya dalam menganalisis kekuatan Singo Edan.

Mantan arsitek kedua tim, Gusnul Yakin, turut mengamati fenomena Arema FC ini. Menurutnya, kekuatan utama Arema terletak pada fisik prima yang memungkinkan mereka bermain simultan dengan intensitas tinggi. "Tim yang punya stamina bagus yang bisa meladeni gaya Arema FC. Itu sudah ditunjukkan PSM," kata Gusnul. Ia menyoroti bahwa tiga gol balasan PSM terjadi karena anak asuh Darije Kalezic mampu tampil spartan dan merespons agresivitas Arema. Meski demikian, Gusnul juga melihat celah. "Semua taktik ada plus minusnya. Cara menyerang Arema FC sudah bagus, tapi koordinasi pertahanan masih kurang. Saya kira ini pasti dibenahi pelatih Arema FC," tambahnya.

Lalu, strategi apa yang paling cocok untuk Persik meredam keberingasan Arema? Gusnul Yakin menyarankan agar pemain Persik harus sabar dan tidak terpancing mengikuti tempo Arema FC. "Persik harus bisa memainkan tempo saat menguasai bola," jelasnya. Resep berikutnya adalah menjaga jarak antar pemain agar rapat dan tidak memberi celah sedikit pun kepada lawan, mengingat semua pemain Arema FC berpotensi berbahaya. Namun, Gusnul juga melontarkan pertanyaan krusial: "Pertanyaannya, apakah pemain Persik punya fisik prima meladeni gaya Arema FC?" Terlepas dari taktik, Gusnul Yakin mengaku sangat menyukai cara bermain kedua tim, terutama Arema FC yang menurutnya mulai kembali ke "gaya Malangan" yang spartan dan militan seperti dulu. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi duel taktik yang menarik dan menguji ketahanan fisik kedua tim.

Related Post