Derby Jatim Arema Pede Tanpa Suporter Tamu

Author Image

Dewi Laksmi

18 September 2026, 11:06 WIB

portalbatang.id – Pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 akan menyajikan duel panas penuh gengsi antara dua tim Jawa Timur, Arema FC dan Persik Kediri. Pertandingan yang dijadwalkan pada Jumat, 17 September 2026, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, ini diprediksi akan berlangsung sengit. Uniknya, laga ini akan digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu, Persikmania, sebuah situasi yang justru dianggap menguntungkan bagi skuad Singo Edan.

Hubungan antara Aremania dan Persikmania memang kerap diwarnai pasang surut, memicu psywar di media sosial setiap kali kedua tim bertemu. Demi menjaga kondusivitas dan mengantisipasi insiden yang tidak diinginkan, panitia pelaksana (panpel) Arema FC secara resmi mengimbau agar suporter Persik tidak datang ke Stadion Kanjuruhan. Keputusan ini, meski berpotensi mengurangi pemasukan dari penjualan tiket—mengingat PSSI telah mencabut larangan suporter tandang—dianggap sebagai langkah preventif yang krusial.

Derby Jatim Arema Pede Tanpa Suporter Tamu
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Bagi para pemain Arema FC, absennya suporter lawan justru menjadi suntikan motivasi. Kiper utama Arema FC, Adi Satryo, mengungkapkan optimisme timnya. "Tentu sangat menguntungkan bagi Arema. Sekarang kami harus menjaga kandang sendiri. Tentunya optimistis bisa mendapat kemenangan," ujar Adi Satryo, menegaskan fokus tim untuk meraih poin penuh di hadapan Aremania.

Adi Satryo sendiri menjadi salah satu pilar penting Arema FC di awal musim ini, tak tergantikan di bawah mistar gawang dalam dua laga awal. Menghadapi Persik, ia bertekad untuk kembali mencatatkan cleansheet, mengulang sukses di laga kandang pertama. "Antisipasi kami untuk laga ini, memperbanyak komunikasi dan mengingatkan pemain belakang agar melakukan man to man," jelasnya mengenai strategi pertahanan. Ia menambahkan bahwa persiapan tim sudah sangat matang, dengan taktik dan strategi yang telah disiapkan pelatih siap diimplementasikan di lapangan.

Lebih jauh, Adi Satryo juga menyuarakan harapannya agar hubungan antar suporter di masa depan dapat membaik, menciptakan atmosfer persaudaraan di setiap pertandingan. "Pastinya kami ingin semua suporter menjaga agar situasi tetap kondusif. Psywar atau apa pun itu mungkin hal biasa di kalangan suporter. Tapi, jangan sampai ada aksi berujung sanksi yang tidak menguntungkan bagi kompetisi ini," pungkasnya. Harapan ini mencerminkan keinginan untuk melihat sepak bola Indonesia yang lebih dewasa dan menjunjung tinggi sportivitas, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Related Post