Borneo FC Tekuk Bali United Pelatih Ungkap Fakta

Author Image

Dewi Laksmi

21 September 2026, 01:39 WIB

portalbatang.id – Pusamania akhirnya bisa bernapas lega. Borneo FC berhasil meraih kemenangan penting setelah menundukkan Bali United 1-0 dalam laga pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9/2026). Gol tunggal Juan Villa dari titik putih di menit ke-54 menjadi penentu tiga poin krusial ini, sekaligus memberikan sedikit kelegaan bagi pelatih Mauro Jeronimo yang menyoroti sejumlah aspek krusial di balik kemenangan tersebut.

Kemenangan ini menjadi suntikan moral berharga bagi skuad Pesut Etam. Mauro Jeronimo mengakui, pertandingan melawan tim sekelas Bali United tidaklah mudah. "Ini pertandingan yang gila," ujarnya, menggambarkan intensitas laga. Pelatih asal Portugal itu merasa timnya mengawali laga dengan sangat baik, terutama dalam menjaga kedisiplinan dan stabilitas pertahanan di 15 hingga 20 menit pertama.

Borneo FC Tekuk Bali United Pelatih Ungkap Fakta
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Borneo FC, menurut Mauro, mampu membatasi pergerakan lawan yang dikenal memiliki kualitas penyerangan dan set-piece tinggi, serta sudah setahun bekerja sama dengan pelatih yang sama. "Mereka berada pada tahap yang lebih maju dibanding kami," aku Mauro. Namun, di babak pertama, Borneo FC tampil solid. "Saya rasa mereka hampir tidak memiliki tembakan di babak pertama, sementara kami menciptakan dua hingga empat situasi matang di dalam kotak penalti. Kami bermain sangat bagus," bebernya.

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat drastis. Permainan menjadi lebih terbuka dan "gila". Mauro melihat para pemainnya diselimuti kecemasan untuk mengamankan kemenangan di kandang, terutama setelah hasil kurang memuaskan di laga sebelumnya. "Faktor psikologis dan sistem saraf terkadang memengaruhi tubuh," jelasnya. Drama semakin memuncak dengan tiga kartu merah. Rifad Marasabessy (Borneo FC) dan Rahmat Arjuna (Bali United) diusir pada menit ke-35, disusul Tim Receveur (Bali United) di menit ke-70. Mauro mengakui insiden kartu merah awal membuat pemainnya bereaksi berlebihan. "Ini menjadi bahan refleksi kami. Kami tidak perlu bereaksi pada situasi seperti itu dan harus lebih cerdas," tegasnya. Meski unggul jumlah pemain di akhir laga, Mauro merasa timnya belum sepenuhnya tenang memanfaatkan situasi tersebut. "Kami seharusnya lebih tenang, terstruktur, serta memiliki kualitas lebih baik saat memegang bola," kritiknya, namun tetap bersyukur atas tiga poin.

Di balik kemenangan ini, Mauro Jeronimo mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi Borneo FC. Dengan sekitar 27 pemain baru musim ini, pembentukan chemistry tim membutuhkan waktu. "Chemistry dalam tim tidak bisa terjadi dalam semalam," jelas Mauro, menganalogikan dengan proses mengenal pasangan. Ia meminta semua pihak, termasuk suporter, untuk memahami bahwa adaptasi antar pemain, mengenal kelemahan dan kelebihan masing-masing, adalah proses yang tidak instan.

Meski demikian, Mauro memahami realitas sepak bola profesional yang menuntut hasil. "Harapan kami adalah, sembari membangun chemistry, kami juga harus tetap menang. Inilah realitas sepak bola. Kami tidak punya waktu mengembangkan tim tanpa hasil positif," tegasnya. Pelatih berusia 38 tahun itu berharap proses yang sedang berjalan dapat terus menunjukkan perkembangan positif. "Jadi, kami harus memastikan performa meningkat secara bertahap sambil terus mengumpulkan poin. Semoga dengan kerja keras dan kerendahan hati, tim ini akan makin berkembang," pungkasnya.

Related Post