Marcos Reina Bela Husna Al Malik

Author Image

Dewi Laksmi

1 November 2026, 23:39 WIB

portalbatang.id – Kekalahan telak yang dialami Persik Kediri dalam lanjutan pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 meninggalkan luka mendalam bagi para pendukungnya. Bertanding di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Sabtu (31/10/2026), tim berjuluk Macan Putih tersebut harus menelan pil pahit setelah gawangnya dibobol lima kali oleh Persita Tangerang. Hasil ini memicu gelombang kritik tajam dari suporter, terutama yang ditujukan kepada kiper muda mereka, Husna Al Malik.

Dalam laga yang berjalan penuh tekanan tersebut, Husna yang baru berusia 23 tahun tampak kesulitan membendung serangan bertubi-tubi dari tim tamu. Pada babak pertama, Alexander Ramalingom dua kali merobek jala Persik, yakni pada menit ke-9 dan masa injury time babak pertama. Memasuki paruh kedua, situasi semakin tidak terkendali bagi lini pertahanan Persik. Pablo Ganet tampil sebagai bintang lapangan dengan mencetak hattrick pada menit ke-48, 76′, dan tambahan waktu 90’+8.

Marcos Reina Bela Husna Al Malik
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Menanggapi kemarahan suporter yang meluap di media sosial maupun tribun, pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, mengambil langkah berani dengan pasang badan. Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa kritik dari Persikmania adalah hal yang wajar dalam sepak bola, namun ia merasa tidak adil jika kesalahan tunggal Husna Al Malik menjadi sasaran kemarahan yang berlebihan.

"Para penggemar selalu bebas mengatakan apa pun yang mereka mau. Ini adalah tim mereka, klub mereka," ujar Marcos Reina dengan nada tenang namun tegas.

Marcos menekankan bahwa Husna Al Malik adalah pemain yang memiliki dedikasi tinggi dalam berlatih. Ia mengingatkan bahwa performa kiper kelahiran Pati, Jawa Tengah tersebut selama ini sangat konsisten, baik saat masa pramusim maupun dalam beberapa laga sebelumnya di kompetisi. Menurutnya, sangat tidak adil jika kinerja keras pemain tersebut dilupakan hanya karena satu pertandingan buruk.

"Saya rasa tidak adil baginya. Mereka terlalu keras padanya. Mereka hanya melihat laga terakhir ini saja, padahal ini adalah kesalahan pertama yang dia buat. Sebelum laga ini, kami adalah tim dengan pertahanan terbaik dengan jumlah gol paling sedikit di liga," tambah sang jurutaktik.

Marcos juga memberikan catatan mengenai kondisi lapangan yang sempat menyulitkan pemainnya saat bertandang ke Jakarta sebelumnya, yang menurutnya berpengaruh pada kemampuan penguasaan bola kiper. Ia mengakui bahwa kekalahan dengan skor mencolok ini merupakan pukulan bagi mental tim, namun ia meminta maaf secara terbuka kepada Husna dan para penggemar.

"Saya merasa kasihan kepadanya. Saya minta maaf atas nama Husna Al Malik. Hasil hari ini memang menyakitkan, tapi ini akan menjadi dorongan bagi kami untuk bangkit dan kembali menjadi tim yang terbaik," pungkasnya. Kini, Persik Kediri harus segera memulihkan mentalitas tim demi menghadapi jadwal padat di sisa musim BRI Super League.

Related Post