Jakarta, Portal Batang ID – Kisah dramatis tersaji di Liga Champions saat Benfica berhasil menundukkan Real Madrid dengan skor 4-2. Sorotan utama tertuju pada kiper Anatoliy Trubin yang secara mengejutkan mencetak gol penentu di menit-menit akhir pertandingan. Namun, di balik euforia kemenangan tersebut, sang pelatih, Jose Mourinho, mengungkapkan sempat dilanda kebingungan akut mengenai skenario kelolosan timnya.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion da Luz, Lisbon, pada Rabu (28/1) malam waktu setempat atau Kamis (29/1) dini hari WIB, menjadi laga krusial bagi kedua tim. Sundulan kepala Trubin yang merobek jala Madrid bukan hanya sekadar gol, melainkan sebuah aksi heroik yang memastikan Benfica melaju ke babak playoff Liga Champions, memicu perayaan liar di antara para pemain dan pendukung.

Mourinho mengakui bahwa sebelum momen gol penyelamat itu terjadi, ia sempat berada dalam dilema besar. Awalnya, pelatih berjuluk ‘The Special One’ tersebut mengira bahwa keunggulan 3-2 sudah cukup bagi As Aguias, julukan Benfica, untuk mengamankan tiket kelolosan. Bahkan, ia telah melakukan pergantian pemain terakhirnya, Franjo Ivanovic dan Antonio Silva, dengan keyakinan bahwa pertandingan akan berakhir dengan skor tersebut.
"Saat saya melakukan pergantian pemain terakhir, [Franjo] Ivanovic dan [Antonio] Silva, saya diberi tahu [skor akhir] sudah cukup, jadi mari kita akhiri pertandingan," ujar Mourinho kepada Paramount+ seperti dikutip dari ESPN. "Beberapa detik kemudian mereka memberitahu saya bahwa kami membutuhkan satu gol lagi tetapi saya tidak bisa melakukan pergantian pemain lagi. Itulah keberuntungannya…"
Dalam situasi genting tanpa jatah pergantian pemain tersisa, keberuntungan memang berpihak pada Benfica. Sebuah tendangan bebas di area berbahaya Madrid menjadi kesempatan terakhir. Mourinho, dengan keputusan berani, meminta "pria besar itu" – merujuk pada Trubin – untuk ikut maju membantu serangan. Strategi tak terduga ini terbukti jitu. Kiper asal Ukraina itu sukses menyundul bola ke gawang lawan, mengubah kebingungan Mourinho menjadi kegembiraan luar biasa.
Gol dramatis Trubin tidak hanya mengamankan posisi Benfica di babak playoff, tetapi juga memberikan pukulan telak bagi Real Madrid. Kekalahan ini membuat Los Merengues harus gigit jari karena gagal lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions, menambah daftar kejutan di kompetisi paling elit Eropa tersebut.