Purbaya Pede: Indonesia Tak Perlu Utang IMF, APBN Kita Kuat
Jakarta, Portal Batang ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia tidak membutuhkan bantuan pendanaan dari International Monetary Fund (IMF), meskipun gejolak ekonomi global terus membayangi. Penegasan ini disampaikan Purbaya usai bertemu Managing Director IMF Kristalina Georgieva di Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (14/6), dengan keyakinan pada kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditopang oleh Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun.

Dalam keterangan resminya yang diterima Portal Batang ID pada Rabu (15/4), Purbaya mengungkapkan bahwa ia sempat menanyakan kepada perwakilan IMF mengenai langkah-langkah khusus untuk meredakan ketidakpastian global. "Mereka menjelaskan bahwa IMF tidak memiliki otoritas untuk intervensi langsung, namun mereka siap menyediakan dana bantuan bagi negara-negara yang memerlukan. Tentu saja, Indonesia tidak termasuk dalam kategori tersebut, mengingat anggaran kita sangat solid dan kita memiliki bantalan fiskal yang signifikan, yakni Rp420 triliun," jelas Purbaya.
Purbaya juga menuturkan, delegasi IMF sempat menunjukkan keheranan atas ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global yang ada. Menanggapi hal tersebut, Purbaya memaparkan bahwa pemerintah telah mengimplementasikan perubahan kebijakan strategis sejak akhir tahun lalu. "Mereka sempat bingung mengapa kami bisa bertahan di tengah kondisi global yang penuh tantangan. Saya jelaskan bahwa dampak perubahan kebijakan kami sudah terlihat jelas, bahkan ekonomi kita mengalami percepatan di tengah guncangan ketidakpastian global akibat tingginya harga minyak," urainya.
Lebih lanjut, Purbaya menyampaikan bahwa IMF memprediksi ketidakpastian global akan terus berlanjut dalam periode mendatang. Hal ini terutama dipicu oleh konflik yang belum mereda, seperti perang antara AS dan Israel melawan Iran, yang terus menciptakan gejolak. "IMF memperkirakan ketidakpastian global akan tetap tinggi karena hasil dari konflik tersebut masih belum jelas. Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian," pungkas Purbaya.
