Diplomasi Ganda Islamabad: Pakistan Kirim Jet Tempur ke Saudi Saat Jadi Mediator AS-Iran
Islamabad, Portal Batang ID – Dalam sebuah langkah yang memicu perhatian di kancah geopolitik, Pakistan dilaporkan mengerahkan sejumlah jet tempur canggih ke Arab Saudi. Penempatan kekuatan udara ini terjadi secara bersamaan dengan peran Islamabad sebagai tuan rumah perundingan damai yang krusial antara Amerika Serikat dan Iran pada Sabtu (11/4) lalu.

Manuver militer ini dilakukan di bawah kerangka kerja sama pertahanan bersama antara Pakistan dan Arab Saudi, sebuah pakta yang ditandatangani pada September 2023. Perjanjian tersebut disepakati saat kunjungan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif ke Riyadh, di mana ia mengadakan pertemuan penting dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.
Kementerian Pertahanan Saudi mengonfirmasi bahwa pesawat-pesawat tempur dan jet pendukung telah mendarat dengan selamat di Pangkalan Udara King Abdulaziz pada hari yang sama. Momen pendaratan jet-jet tersebut di wilayah Saudi justru bertepatan dengan berlangsungnya negosiasi sensitif antara Washington dan Teheran di ibu kota Pakistan, Islamabad, yang bertujuan meredakan ketegangan di kawasan.
Pesan Ganda Islamabad
Pengamat keamanan, Imtiaz Gul, dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, menafsirkan pengerahan jet tempur ini bukan sebagai eskalasi militer langsung. Sebaliknya, ia melihatnya sebagai upaya Pakistan untuk menyampaikan pesan strategis kepada Iran.
"Tiga jet tidak akan membuat perbedaan signifikan secara militer. Ini lebih merupakan isyarat kepada Teheran untuk menunjukkan fleksibilitas dalam pembicaraan, sekaligus menggarisbawahi bahwa Pakistan memiliki kewajiban yang mengikat berdasarkan perjanjian strategisnya dengan Riyadh," jelas Gul.
Namun, pandangan berbeda diungkapkan oleh Michael Kugelman, peneliti senior untuk Asia Selatan di Atlantic Council. Kugelman menilai langkah Pakistan ini "agak berisiko." Baginya, tindakan ini merupakan sinyal tegas dari Pakistan kepada Iran: jika Teheran tidak bersedia membuat konsesi yang mengarah pada kesepakatan, ada kemungkinan Islamabad akan semakin mendekatkan diri ke Arab Saudi dan bahkan mengaktifkan pakta pertahanan bersama mereka.
Dilema di Tengah Ketegangan Regional
Sejak Iran melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone ke target-target AS di negara-negara Teluk, Pakistan memang berada dalam posisi yang menantang, berupaya menyeimbangkan komitmennya di antara kedua belah pihak yang berseteru.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, pada awal Maret lalu secara terbuka menyatakan bahwa ia telah memberitahu para pemimpin Iran secara pribadi mengenai ikatan kewajiban Islamabad kepada Riyadh berdasarkan perjanjian pertahanan tersebut. Dar juga mengungkapkan bahwa Iran sempat meminta jaminan agar wilayah Saudi tidak digunakan sebagai pangkalan untuk menyerang Teheran. Meskipun demikian, serangan Iran ke pangkalan-pangkalan penting dan gedung kedutaan AS di wilayah tersebut terus berlanjut, menambah kompleksitas situasi yang harus dihadapi Pakistan dalam peran diplomatik gandanya.