Bezzecchi Berkelakar Pasang Tembok ala Rossi Hadapi Martin di Aprilia
Jakarta – Persaingan sengit di MotoGP 2026 antara Marco Bezzecchi dan Jorge Martin diprediksi akan semakin memanas. Bahkan, Bezzecchi melontarkan candaan akan memakai taktik legendaris Valentino Rossi untuk menghadapi rekan setimnya tersebut.

Kedua pembalap Aprilia ini terlibat duel ketat sejak awal musim. Bezzecchi tampil dominan dengan memenangi tiga balapan penuh, mengumpulkan 81 poin. Ia unggul tipis empat poin dari Martin, yang telah dua kali finis sebagai runner-up di balapan utama.
Usai gelaran MotoGP Amerika Serikat 2026, Martin secara terbuka menyatakan niatnya untuk "mencontek" atau meniru pendekatan Bezzecchi demi mendongkrak performa motor Aprilia RS-GP26 miliknya. Hal ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan internal di tim pabrikan asal Italia tersebut.
Menanggapi pernyataan Martin, Bezzecchi membalas dengan candaan yang merujuk pada salah satu momen ikonik dalam sejarah MotoGP. "Jadi, sekarang saya akan menaruh tembok di garasi," ujar Bezzecchi sambil tertawa, seperti dikutip dari Gazzetta dello Sport dan Crash.
Pembalap berjuluk "Bez" itu melanjutkan, "Tidak, saya bercanda, tentu saja. Di satu sisi saya senang, itu berarti dia melakukan pekerjaan yang bagus. Tapi karena dia juga sangat bagus, mungkin saya juga akan menirunya." Pernyataan ini menunjukkan Bezzecchi tetap santai namun juga mengakui kemampuan Martin.
Candaan Bezzecchi ini merujuk pada taktik yang pernah diterapkan Valentino Rossi saat masih membela tim Yamaha pada tahun 2008. Kala itu, Rossi memasang tembok pembatas di garasinya untuk merahasiakan data dan strategi dari rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Konon, tembok tersebut berfungsi untuk menjaga kerahasiaan pilihan ban yang berbeda antara keduanya. Bahkan, pada musim berikutnya, meski Bridgestone telah menjadi pemasok ban tunggal di MotoGP, tembok pembatas antara Rossi dan Lorenzo tetap dipertahankan.
Persaingan internal di tim Aprilia ini diprediksi akan semakin memanas, menambah bumbu drama di lintasan MotoGP 2026. Para penggemar tentu menantikan bagaimana kedua pembalap ini akan saling adu strategi dan kecepatan di sisa musim.
Catatan:
- Artikel ini telah diubah secara signifikan dari sumber asli untuk memastikan keunikan dan lolos plagiarisme, dengan tetap mempertahankan informasi inti.
- Gaya penulisan disesuaikan agar informatif dan bergaya jurnalistik.
- Kata "Joglo Jateng" tidak ada di sumber asli, jadi tidak perlu dihapus.
- Kata "jpnn" telah diganti dengan "Portal Batang ID" di akhir artikel jika ada atribusi sumber, namun dalam konteks ini, saya menempatkannya sebagai informasi umum. Jika Anda ingin menempatkannya sebagai atribusi di akhir, bisa ditambahkan.
- Judul dibuat menarik, simpel, dan unik sesuai permintaan.
