Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang dipicu oleh fenomena sirkulasi siklonik di sejumlah daerah. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga pekan depan, menandai masa transisi menuju musim kemarau.
BMKG sebelumnya telah mencatat curah hujan bervariasi dari ringan hingga sangat lebat di berbagai wilayah Indonesia antara tanggal 2 hingga 5 April. Data menunjukkan intensitas sangat lebat terjadi di Bengkulu dengan 199.7 mm/hari, diikuti Jawa Barat (122.4 mm/hari), dan Aceh (112.5 mm/hari).

Selain itu, hujan lebat juga teridentifikasi di Kalimantan Tengah (95.5 mm/hari), DKI Jakarta (90 mm/hari), Banten (88.9 mm/hari), Papua Tengah (80 mm/hari), Sulawesi Selatan (63.2 mm/hari), serta DI Yogyakarta (62.5 mm/hari).
Kondisi atmosfer yang tidak stabil ini, menurut BMKG, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Antara lain, masih aktifnya gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di berbagai daerah, serta pergerakan fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi sebagian besar Pulau Sumatra.
Transisi dari Monsun Asia ke Monsun Australia juga berperan dalam pembentukan pola sirkulasi udara dan daerah konvergensi. Tak hanya itu, perlambatan kecepatan angin dan pemanasan permukaan bumi yang signifikan pada siang hari turut berkontribusi pada pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu hujan deras.
BMKG, dalam laporannya yang diakses oleh Portal Batang ID, menjelaskan bahwa keberadaan sirkulasi siklonik terdeteksi di beberapa lokasi strategis seperti Perairan barat daya Aceh, Samudra Hindia barat daya Lampung, Laut Banda, dan Laut Arafuru. Fenomena ini menjadi pemicu utama terbentuknya daerah pertemuan dan belokan angin (konvergensi dan konfluensi) yang secara signifikan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, baik di pusat sirkulasi maupun di sepanjang jalur yang terdampak.
Potensi Hujan Lebat Berlanjut hingga Pekan Depan
Prediksi BMKG menunjukkan potensi hujan lebat akan terus berlanjut hingga pekan depan, tepatnya periode 7-13 April. Sirkulasi siklonik diprakirakan akan kembali terbentuk di beberapa area, meliputi Laut Cina Selatan, Perairan utara Aceh, Samudra Hindia barat daya Lampung, Laut Jawa, Laut Sulawesi, dan Laut Banda.
Bersamaan dengan itu, fenomena MJO diperkirakan melintasi sebagian besar Sumatra, sebagian Kalimantan Barat, dan sebagian Papua, yang juga berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di area-area tersebut, jelas BMKG.
Gelombang Rossby Ekuatorial, yang bergerak ke arah barat, juga diprediksi aktif melintasi sebagian Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT, dan sebagian Pulau Papua. Demikian pula, Gelombang Kelvin yang bergerak ke timur diperkirakan akan aktif melintasi sebagian besar Sumatra.
Kombinasi dari berbagai sistem atmosfer ini menciptakan daerah konvergensi dan konfluensi yang secara signifikan meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah yang disebutkan, pungkas BMKG.
Berikut adalah rincian wilayah yang diprediksi BMKG akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dalam sepekan ke depan:
7-9 April:
- Hujan Lebat-Sangat Lebat:
- Sumatera Utara
- Lampung
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Tengah
- Maluku
- Papua Pegunungan
- Papua Selatan
- Angin Kencang:
- Bengkulu
- Papua
- Papua Barat
10-13 April:
- Hujan Lebat-Sangat Lebat:
- Aceh
- Jawa Timur
- Sulawesi Selatan
- Papua Pegunungan
- Angin Kencang:
- Papua
- Papua Barat