portalbatang.id – Tren positif yang ditunjukkan oleh Dewa United Women dalam kompetisi Indonesia Women’s League 2026/2027 semakin sulit terbendung. Skuad asuhan Dewa United Women ini sukses mengamankan kemenangan krusial saat menghadapi perlawanan sengit dari Persija Women dalam laga lanjutan yang digelar di Indomilk Arena, Tangerang, pada Minggu (1/11/2026) sore.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan poin biasa, melainkan sebuah pernyataan dominasi dari Dewa United Women. Dengan hasil ini, mereka berhasil mencatatkan rekor impresif berupa tiga kemenangan beruntun dalam tiga pertandingan terakhir yang mereka jalani. Performa gemilang ini menjadi sinyal bahaya bagi tim-tim pesaing lainnya di papan klasemen.

Meski tengah menikmati masa-masa manis di awal musim, para pemain Dewa United Women tetap menunjukkan sikap rendah hati. Bintang utama tim, Zahra Muzdalifah, mengungkapkan rasa syukurannya atas pencapaian luar biasa yang telah diraih timnya sejauh ini. Namun, penyerang yang kerap disapa Zahmuz tersebut memberikan peringatan keras kepada rekan-rekan setimnya agar tidak terlena dengan hasil sementara.
Also Read
"Tentu saja kami merasa sangat senang karena mampu mempertahankan tren kemenangan ini. Namun, kita harus sadar bahwa ini masih awal musim. Kami baru melewati tiga pertandingan terakhir, sementara perjalanan panjang masih menanti di depan mata," ujar Zahmuz saat ditemui usai pertandingan.
Bagi pemain berusia 25 tahun tersebut, tantangan sesungguhnya bukanlah saat meraih kemenangan, melainkan bagaimana cara menjaga performa tetap berada di level tertinggi secara konsisten. Menurutnya, konsistensi adalah kunci utama agar Dewa United Women dapat bersaing hingga akhir musim nanti.
Saat ditanya mengenai faktor pembeda dalam laga melawan tim sekelas Persija Women, Zahmuz menilai bahwa kualitas teknis antar tim di liga saat ini sudah sangat merata. Perbedaan tipis yang menentukan hasil akhir justru terletak pada aspek mentalitas dan konsentrasi pemain di lapangan.
"Jika melihat dari sisi kualitas pemain, sebenarnya semua tim memiliki kekuatan yang setara. Yang menjadi pembeda utama adalah tingkat fokus. Banyak gol tercipta hanya karena pemain kehilangan konsentrasi di momen-momen krusial," jelasnya.
Selain faktor fokus, Zahmuz juga menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama tim yang solid. Ia percaya bahwa kekuatan kolektif jauh lebih efektif dalam meredam serangan lawan dibandingkan hanya mengandalkan kemampuan individu pemain bintang.
Menutup pembicaraan, Zahmuz menegaskan bahwa seluruh elemen di dalam tim selalu menanamkan mentalitas juara dengan memasang target tinggi di setiap laga. Mereka tidak ingin cepat berpuas diri meskipun telah mengoleksi tiga kemenangan berturut-turut, demi mengejar ambisi besar yang telah ditetapkan klub di musim ini.




