portalbatang.id – Kekalahan telak yang dialami Garudayaksa FC dalam laga tandang terbaru mereka meninggalkan luka mendalam bagi tim berjuluk Spirit of Garuda tersebut. Bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Rabu (21/10/2026) sore, tim asuhan Milos Joksic harus menelan pil pahit setelah dibantai habis-habisan oleh tuan rumah Bali United dengan skor mencolok 5-0.
Hasil ini menjadi kontras yang sangat tajam jika dibandingkan dengan performa mereka pada laga sebelumnya. Pada pertandingan terakhir yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Garudayaksa FC justru tampil sangat dominan dengan mengamankan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Arema FC. Namun, performa perkasa tersebut seolah menguap begitu saja saat berhadapan dengan kekuatan penuh Bali United.

Bali United tampil sangat agresif sejak awal laga. Gol pembuka dicetak oleh Irfan Jaya pada menit ke-45+2, tepat sebelum babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, dominasi tuan rumah semakin tak terbendung. Remco Balk menambah keunggulan pada menit ke-51, disusul oleh Queven yang mencetak dua gol beruntun pada menit ke-63 dan ke-75. Petaka bagi tim tamu semakin lengkap setelah Teppei Yachida menutup pesta gol Bali United pada menit ke-87.
Also Read
Pelatih Garudayaksa FC, Milos Joksic, tidak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya setelah pertandingan usai. Pelatih asal Serbia tersebut menyatakan rasa malu dan kekecewaan yang sangat mendalam atas hasil buruk yang didapat anak asuhnya. Menurutnya, skor telak tersebut mencerminkan kegagalan tim dalam menjaga konsentrasi dan daya juang di lapangan.
"Terus terang, saya merasa sangat kecewa dan sangat malu. Skor akhirnya terlalu telak," ujar Milos Joksic dengan nada kecewa. Ia menambahkan bahwa pada babak pertama, timnya sebenarnya sempat menunjukkan permainan yang cukup kompetitif melalui skema serangan balik yang menjanjikan. Namun, kegagalan dalam penyelesaian akhir di menit-menit kritis menjelang jeda babak pertama menjadi titik balik yang merusak mental pemain.
Memasuki babak kedua, kondisi fisik pemain Garudayaksa FC tampak menurun drastis. Mereka terlihat kesulitan untuk melakukan pergerakan dan kehilangan energi untuk melakukan pressing. Meski Joksic telah mencoba melakukan rotasi pemain guna menyegarkan aliran tenaga di lapangan, upaya tersebut tetap tidak membuahkan hasil yang berarti.
"Di babak kedua, kami kehilangan banyak energi dan tidak mampu berlari. Kami benar-benar kesulitan dalam pergerakan. Saya mencoba menyegarkan tim dengan melakukan pergantian pemain, tetapi penampilan kami hari ini sangat buruk," tuturnya.
Meski merasa terpukul, Joksic tetap memberikan apresiasi kepada Bali United atas performa luar biasa yang mereka tunjukkan. Ia mengakui bahwa kemenangan tersebut sangat layak didapatkan oleh pasukan Johnny Jansen karena Garudayaksa FC dianggap telah berhenti berjuang di lapangan.
Joksic menegaskan bahwa ia memiliki tugas berat untuk mengevaluasi mentalitas para pemainnya. Ia menekankan bahwa ada perbedaan besar antara kekalahan tipis dengan kekalahan telak yang menghina harga diri tim. "Ini adalah hari yang sangat buruk bagi tim saya. Terlihat jelas bahwa ketika menghadapi situasi yang tidak menguntungkan, para pemain tidak tahu bagaimana cara meresponsnya. Saya harus bekerja sangat keras untuk menjelaskan kepada mereka bahwa kekalahan 2-0 dan 5-0 itu adalah dua hal yang sangat berbeda. Sungguh memalukan bagi tim saya," pungkasnya.




