Tulungagung, Portal Batang ID – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, menggelar reses di Wisata Kebon Jambu, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat peran Posyandu dan meningkatkan edukasi gizi bagi ibu dan anak dalam upaya menekan angka stunting.
Reses ini menjadi wadah dialog antara legislator dengan masyarakat, khususnya terkait isu kesehatan keluarga. Jairi Irawan menekankan pentingnya memaksimalkan pelatihan bagi kader Posyandu, ibu hamil, dan ibu dengan anak di bawah tiga tahun. Menurutnya, peningkatan pengetahuan adalah kunci untuk memperkuat layanan kesehatan dasar di tingkat desa dan memberikan dampak positif pada tumbuh kembang anak.

"Saya berharap pelatihan ini semakin digencarkan untuk menambah wawasan dan kemampuan para kader dan para ibu," ujar Jairi Irawan.
Politisi Golkar ini juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi bayi sejak lahir hingga masa MPASI. Ia menekankan pentingnya ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan pemahaman ibu mengenai bahan, cara pengolahan, serta waktu pemberian MPASI yang tepat. Edukasi ini krusial untuk mencegah masalah gizi buruk pada balita.
Meskipun data SSGI 2024 menunjukkan prevalensi stunting di Tulungagung sebesar 13,70%, lebih rendah dari rata-rata Jawa Timur (14,7%), Jairi Irawan menegaskan bahwa penurunan angka stunting tetap menjadi prioritas bersama. Ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan penguatan program gizi dan kesehatan ibu-anak di tahun-tahun mendatang.
Antusiasme peserta dalam kegiatan ini sangat tinggi. Rina Yunita dari Tawangsari menilai acara ini bermanfaat sebagai ruang berbagi pengetahuan. Fitri dari Plandaan mengapresiasi penyampaian materi yang jelas dan mudah dipahami. Lilis Anggraini dari Ketanon menekankan pentingnya kegiatan ini untuk memberikan pemahaman tentang penyajian MPASI dan teknik menyusui yang benar.
Kehadiran tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Tulungagung, seperti dr. Aris Setiawan, Yanies Lucyana Indah, Laili Kurniasari, dan Bekti Krisdyana, semakin memperkuat materi yang disampaikan, sehingga edukasi kesehatan dapat diterima peserta dengan lebih mendalam. Reses ini menegaskan komitmen Komisi E dalam mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga di Jawa Timur.
