Pemalang, Portal Batang ID – Pemerintah Kabupaten Pemalang kembali berupaya menghidupkan kembali asa revitalisasi Pasar Pagi Pemalang yang kondisinya kian memprihatinkan. Pengajuan proyek perbaikan pasar tradisional ini kembali dilayangkan ke pemerintah pusat, dengan harapan dapat terealisasi di tahun 2026 mendatang.
Kepala Diskoperindag Pemalang, Fera Djokosusanto, menegaskan komitmen Pemkab untuk merevitalisasi Pasar Pagi. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari program penataan kota yang digagas oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Wakil Bupati Nurkholes.

"Benar, ada rencana di tahun depan. Ini menjadi program yang diusahakan dapat terealisasi, mengingat kondisi sarana dan prasarana pasar sudah sangat memprihatinkan," ungkap Fera.
Sebelumnya, proyek perbaikan Pasar Pagi Pemalang sempat masuk dalam daftar proyek strategis nasional di era Presiden Joko Widodo. Namun, pandemi Covid-19 dan pergeseran anggaran membuat proyek ini tertunda. Kini, Pemkab Pemalang kembali berjuang agar pasar yang menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat ini dapat segera diperbaiki.
Nilai proyek revitalisasi Pasar Pagi Pemalang pada pengajuan sebelumnya mencapai Rp240 miliar. Namun, Fera menjelaskan bahwa angka tersebut kemungkinan akan disesuaikan mengingat adanya perubahan harga dan perkembangan ekonomi masyarakat dalam lima tahun terakhir.
"Kemungkinan akan berbeda, dan kita akan mencoba menyusun ulang RAB pembangunan Pasar Pagi," jelasnya. Ia menambahkan bahwa pengajuan sebelumnya sempat dialihkan ke utara pasar induk, namun untuk tahun 2026 mendatang, revitalisasi masih direncanakan.
Upaya Pemkab Pemalang ini diharapkan dapat membuahkan hasil, sehingga Pasar Pagi Pemalang dapat kembali menjadi pusat perdagangan yang nyaman, bersih, dan modern, serta menjadi kebanggaan masyarakat Pemalang.