Pemalang, Jawa Tengah – Angka kasus gangguan jiwa di Kabupaten Pemalang menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang mencatat sebanyak 1.240 warga mengalami gangguan jiwa berat, dengan Puskesmas Klarean dan Randudongkal menjadi wilayah dengan kasus tertinggi. Selain itu, lebih dari 6.400 warga lainnya dilaporkan mengalami masalah kesehatan mental ringan, seperti stres, trauma, dan gangguan psikologis.
Kepala Dinkes Kabupaten Pemalang, dr. Yulies Nuraya, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menekan angka kasus gangguan jiwa di Pemalang. "Data ini sangat memprihatinkan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi agar kasus ini tidak terus meningkat," ujarnya.

Dinkes Pemalang terus berupaya meningkatkan deteksi dini dan penanganan gangguan jiwa melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan di seluruh puskesmas. Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memeriksakan kesehatan mental mereka, selain kesehatan fisik.
"Dengan adanya program CKG, kami berharap masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mental. Deteksi dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secepatnya," jelas dr. Yulies.
Pihaknya juga memastikan ketersediaan obat-obatan di puskesmas agar pasien gangguan jiwa dapat terus mendapatkan pengobatan secara teratur. Selain itu, Dinkes Pemalang bekerja sama dengan Satpol PP dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk menangani pasien gangguan jiwa yang terlantar di jalanan.
"Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pasien gangguan jiwa. Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting agar mereka dapat kembali produktif di masyarakat," pungkas dr. Yulies.
Portal Batang ID akan terus mengawal perkembangan isu kesehatan mental di Pemalang dan memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat.
