PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang berencana mengambil langkah strategis dengan meminjam dana sebesar Rp200 miliar dari bank daerah. Langkah ini diambil sebagai stimulus untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Dana pinjaman ini nantinya akan difokuskan pada dua proyek utama, yaitu perbaikan dan pembangunan jalan serta peningkatan fasilitas rumah sakit daerah.
Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, menjelaskan bahwa rencana pinjaman ini telah disetujui dan tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) APBD 2026. Ia optimis bahwa pinjaman ini akan menjadi katalisator bagi kemajuan infrastruktur di Pemalang.

"Benar, kita sudah ajukan dan Insya Allah akan berjalan di 2026. Alokasinya untuk program pembangunan jalan dan rumah sakit, dua itu saja, tidak untuk yang lain," tegas Nurkholes di kantor DPRD Pemalang, Senin (1/12).
Dengan cicilan mencapai Rp80 miliar per tahun, pinjaman ini tentu akan membebani APBD Pemalang di tahun-tahun mendatang. Menyadari hal ini, Pemkab Pemalang berjanji akan memaksimalkan penggunaan dana tersebut dan mempercepat pengerjaan proyek infrastruktur pada tahun 2026. Setelah proyek-proyek tersebut rampung, Pemkab akan fokus pada program-program lain dan memprioritaskan pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada, terutama jalan.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk meningkatkan kualitas infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat. Dengan fokus pada jalan dan rumah sakit, diharapkan mobilitas warga semakin lancar dan pelayanan kesehatan semakin optimal.
