Portal Batang ID, Jakarta – Program transmigrasi yang digagas Presiden Soeharto di Papua dinilai berhasil menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat integrasi nasional. Hal ini diungkapkan oleh Anggota DPR Fraksi Golkar, Robert J. Kardinal, yang menyoroti dampak positif program tersebut dalam pembangunan wilayah timur Indonesia.
Menurut Robert, pendekatan komprehensif yang diterapkan pada masa pemerintahan Soeharto menjadi kunci keberhasilan transmigrasi. Pemerintah tidak hanya memindahkan penduduk, tetapi juga membangun infrastruktur pendukung seperti perumahan layak huni, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, lahan pertanian, hingga akses jalan yang memadai.

"Kita bisa lihat bagaimana program transmigrasi ini melahirkan sentra-sentra pertanian yang produktif di Manokwari, Merauke, Timika, dan Nabire," ujarnya.
Lebih lanjut, Robert menekankan bahwa program transmigrasi bukan sekadar persoalan ekonomi. Lebih dari itu, program ini memiliki dimensi nation building yang kuat. Dengan memobilisasi penduduk dari berbagai penjuru nusantara ke Papua, program ini berhasil menumbuhkan rasa persaudaraan sebangsa dan mempererat kehadiran negara di wilayah yang strategis.
"Program ini memperkuat rasa persatuan dan kesatuan, sekaligus memastikan bahwa negara hadir di ujung timur Nusantara," tegasnya.
Atas dasar kontribusi tersebut, Robert mendukung penuh pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto. Ia menilai, jasa-jasa Soeharto dalam mempertahankan wilayah, menegakkan kedaulatan negara, serta mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan yang merata di seluruh Indonesia, menjadi alasan kuat untuk memberikan penghargaan tertinggi tersebut.
"Dengan fakta historis dan kontribusi nyata yang telah diberikan, kami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan secara objektif dan komprehensif untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal (Purn) Soeharto sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya kepada Republik Indonesia," pungkasnya.
