Fans Liverpool Yakin Ada Pemain yang Ogah Umpan ke Isak
JAKARTA – Kemenangan tipis Liverpool atas Everton 2-1 pada Minggu (19/4) menyisakan sorotan tajam, bukan hanya pada hasil, melainkan performa striker Alexander Isak. Penampilan minim kontribusi Isak memicu spekulasi di kalangan suporter The Reds, yang meyakini adanya pemain enggan mengalirkan bola kepadanya, terutama Cody Gakpo.

Dalam laga Derby Merseyside yang berlangsung di Stadion Hill Dickinson, Isak, yang baru kembali menjadi starter di Liga Primer sejak Desember 2024 setelah pulih dari cedera fibula, gagal menunjukkan tajinya. Ia hanya mencatatkan sembilan sentuhan bola dan tak mampu memberikan ancaman berarti bagi pertahanan lawan sebelum akhirnya digantikan oleh Rio Ngumoha.
Performa serupa juga terlihat saat Liverpool tersingkir dari Liga Champions di tangan Paris Saint-Germain (PSG) pekan lalu, di mana Isak kesulitan menemukan ritme permainannya dan terlibat dalam alur serangan tim.
Sorotan Tajam ke Cody Gakpo
Alih-alih mengkritik Isak secara langsung, sorotan tajam justru mengarah pada dinamika Isak dengan penyerang sayap kiri, Cody Gakpo. Banyak pendukung merasa frustrasi melihat minimnya kolaborasi efektif antara keduanya di lapangan, bahkan memicu dugaan adanya keengganan Gakpo untuk mengumpan bola kepada striker Swedia itu.
Melalui platform media sosial, berbagai komentar pedas bermunculan. Seorang penggemar Liverpool menulis, "Isak pasti membenci bermain dengan Gakpo. Dia (Gakpo) sama sekali tidak suka mengoper bola kepadanya."
Pendapat senada diungkapkan netizen lain, "Dengan Gakpo di tim, Anda tidak akan pernah melihat yang terbaik dari Isak." Bahkan, ada yang secara terang-terangan menuding Gakpo sebagai biang keladi mandulnya Isak. "Gakpo adalah alasan Isak tidak mencetak gol. Tidak ada umpan sama sekali. Entah kehilangan bola di sepertiga akhir lapangan atau menembak secara acak," imbuh warganet lainnya.
Kritik dari Legenda Klub
Di sisi lain, pelatih Liverpool, Arne Slot, diyakini masih mencari formula terbaik untuk lini serangnya. Ia jarang menurunkan Isak bersamaan dengan penyerang lain seperti Hugo Ekitike dan Florian Wirtz, mengindikasikan bahwa kombinasi ideal belum ditemukan.
Kritik terhadap pemilihan Isak sebagai starter juga datang dari legenda klub, Jamie Carragher. Ia secara terbuka mempertanyakan keputusan Slot, mengingat performa Isak yang kesulitan di babak pertama melawan PSG.
"Saya tidak yakin dia akan bermain. Dia merasa sangat kesulitan di 45 menit pertama melawan PSG," ujar Carragher. Ia bahkan menyarankan agar Gakpo, yang tampil apik sebagai penyerang tengah saat melawan PSG, lebih layak menjadi starter.
Carragher juga menyoroti kurangnya fisik Isak untuk menghadapi bek tangguh Everton seperti Jarrad Branthwaite dan James Tarkowski. "Jika Anda memikirkan Jarrad Branthwaite dan James Tarkowski, mereka pasti menginginkan pertarungan fisik, dan saya tidak yakin Isak siap untuk pertarungan fisik itu. Dia tidak terlihat seperti itu saat melawan PSG," tambahnya, sembari mengakui bahwa pilihan akhir tetap ada di tangan manajer.
Situasi ini menempatkan Isak di bawah tekanan besar untuk segera menemukan kembali performa terbaiknya, sekaligus menjadi tantangan bagi Arne Slot untuk meracik lini serang yang lebih padu dan efektif.
